Google Yahoo Msn

Peluang penangkaran burung saat ini dan masa mendatang

Di poskan oleh Unknown Pada hari Tuesday, 17 June 2014 | Tuesday, June 17, 2014

Banyak pertanyaan kepada saya tentang prospek penangkaran burung. Yang paling banyak ditanyakan selama ini adalah penangkaran burung murai batu, lovebird, jalak suren, cucakrowo, dan jalak bali.

Dalam kesempatan ini, saya akan menulis mengenai prospek budidaya atau penangkaran burung dimulai dengan penangkaran burung murai batu. Dan selanjutnya akan saya tulis secara berturutan tentang penangkaran burung jenis lainnya.

Untuk penangkaran burung murai batu, menurut saya masih sangat bagus prospeknya. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal.

1. Pasokan menipis

Burung tangkapan hutan semakin menipis jumlahnya. Di alam, secara umum memang sudah mulai langka, baik karena penangkapan ataupun juga semakin berkurangnya lahan/habitat murai batu karena pembabatan hutan ataupun kebakaran.

Penyebab lain, munculnya pelarangan penangkapan dan jual beli burung murai batu, khususnya dibawa ke luar wilayah, di propinsi-propinsi tertentu yang selama ini terkenal sebagai wilayah penghasil burung murai batu.

2. Daya tarik murai batu

Secara gaya dan suara, burung murai batu termasuk salah satu burung favorit karena dia mau berbunyi setiap saat dengan gaya tarian yang khas. Orang akan lebih mudah mendapat response burung murai batu ketika menggodanya dibandingkan dengan ketika menggoda burung anis kembang atau anis merah misalnya.

3. Burung hasil penangkaran mudah ditangani

Burung tangkapan hutan, secara umum relatif lama untuk segera bisa gacor. Sebab sebagaimana sering saya sebutkan, burung sehat pasti bunyi. Sehat dalam kaitan burung tangkapan hutan adalah “kesehatan psikis”-nya yang sering lama untuk membuatnya bisa benar-benar prima. Perlu waktu bahkan sering harus melalui sekali masa mabung dulu untuk membuat burung tangkapan hutan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan manusia (tidak takut dan gerabakan lagi berada di tengah-tengah keramaian).

Burung murai batu hasil penangkaran lebih cepat bunyi dan perawatannya pun relatif lebih mudah karena dia tidak memerlukan adaptasi berada di lingkungan manusia. Burung murai hasil penangkaran yang masih trotol saja biasanya sudah mulai ngeriwik dan ngeplong. Pada usia 9-10 bulan, burung murai batu sudah bisa diajak main-main ke arena latberan atau lomba.

Juga, burung murai batu hasil penangkaran lebih mudah dimaster sesuai dengan keinginan pemilik, apalagi kalau memasternya sudah sejak burung trotol atau bisa makan sendiri. Dengan pemasteran yang benar, burung bisa menyuarakan suara seperti yang kita inginkan.

4. Lomba yang kondusif

Para event organizer lomba saat ini mulai banyak yang membuka kelas ring atau kelas burung hasil penangkaran. Terlepas dari adanya burung ring bodong (burung tangkapan hutan yang diberi ring agar bisa ikut kelas burung hasil penangkaran), pembukaan kelas ring semakin memotivasi penghobi burung untuk memiliki burung hasil penangkaran.

Dengan beberapa alasan yang saya sampaikan di atas, maka menurut perkiraan saya, prospek penangkaran burung murai batu masih sangat bagus. Baik di waktu dekat-dekat ini maupun dalam jangka panjang di masa mendatang nantinya.

Sumber Artikel: http://omkicau.com/2011/04/07/murai-batu-peluang-penangkaran-burung-saat-ini-dan-masa-mendatang-1/
Tuesday, June 17, 2014 | 0 comments | Read More

Kenapa telor murai batu tidak bisa menetas?

Setelah proses penjodohan murai batu berhasil, biasanya murai batu akan menyusun sarang dan akan bertelor sebanyak 2 hingga 4 butir. Masing-masing indukan berbeda-beda dalam jumlah telur yang di hasilkan. Yang paling umum, murai batu akan bertelor sebanyak 3 butir. Begitupun juga nanti tingkat keberhasilan menetasnya. Ada yang menetas satu ekor, dua ekor atau kadang-kadang tiga ekor. Akan tetapi, terkadang semua itu tidak berjalan mulus. Kendala yang sering di hadapi oleh peternak adalah telor yang tidak menetas walaupun sudah di erami sang indukan di kandang penangkaran. Kenapa telor sampai tidak menetas? Berikut ada sebab-sebab yang saya analisis menurut pengalaman saya:

Ada banyak penyebab kenapa telor indukan murai batu kosong atau tidak berhasil menetas.
Tidak ada pejantan

Jika indukan betina sudah cukup umur, tak jarang ada juga yang membuat sarang dan bertelur walaupun tanpa indukan jantan. Dan hal seperti inilah yang membuat telur tidak akan menetas walaupun di erami beberapa lama.

Cuaca Panas

Indukan yang mengeram akan sering turun jika merasa kurang nyaman. Akhirnya, proses pengeraman kurang begitu menetas yang akhirnya membuat telur tidak bisa menetas. Hal ini bisa di siasati dengan menjaga agar kondisi kandang penangkaran selalu dingin dan sejuk. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara menyiram rutin dasar kandang dengan air. Cara yang kedua sedikit lebih ribet dan mungkin membutuhkan biaya yang lebih besar, yaitu dengan cara membuat hujan buatan. Hujan buatan ini bisa di buat dengan cara mengalirkan air di atap kandang seperti hujan biasanya. Teknisnya memang bisa bermacam-macam, tapi saran saya sesuaikan dengan kondisi kandang dan sumber daya yang ada.

Kekurangan pakan

mungkin secara naluriah atau bagaimana, indukan yang merasa kekurangan pakan saat mengeram bisa membuang telur ke bawah karena pakan yang di berikan kurang. Tak jarang, ada juga indukan yang memakan telurnya. A

Hal-hal seperti itulah yang menurut saya yang mengakibatkan telor tidak menetas. Dan mungkin saya berharap ada yang mau menambahkan komentar dan pendapatnya di sini sehingga semua bisa belajar menangkar murai batu.

Sumber Artikel; http://refreshindonesia.com/muraibatu/?p=2041
Tuesday, June 17, 2014 | 0 comments | Read More

Faktor Faktor Kegagalan Peternak Murai Batu

Di poskan oleh Unknown Pada hari Saturday, 14 June 2014 | Saturday, June 14, 2014

Mengapa peternak burung murai gagal?

Dari sekian banyak peternak burung murai yang berhasil, jumlah peternak yang gagal masih jauh lebih banyak. Ketidak berhasilan ini 70% didominasi oleh para pemula yang belum punya bekal pengalaman. Mereka termotivasi untuk beternak burung murai karena melihat kesuksesan beberapa peternak dan tergiur oleh harga anakan burung murai (trotol) yang semakin hari semakin mahal.

Padahal kegagalan para peternak burung murai sangat banyak dan lebih kompleks , beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Keliru dalam memilih indukan

a.Betina yang jinak dan jantan yang sudah birahi

Banyak peternak pemula saat awal mulai beternak mereka lebih banyak yang memilih indukan harga murah untuk memperkecil investasi. Hingga dipilihlah murai dari hutan yang biasa dikenal dengan sebutan muda hutan. karena mereka masih tahap coba-coba dan minimnya informasi yang didapat, langkah ini justru akan membawa kerugian lebih besar mulai dari biaya pakan hingga angka kematian yang tinggi.

Perlu diketahui syarat utama untuk berhasil dalam beternak murai, yang pertama adalah indukan betina yang jinak seperti yang pernah penulis utarakan di bab sebelumnya. Murai betina yang masih liar kadar hormone Prolaktin dalam darahnya tinggi dan setiap hari selalu diselimuti stress. Hal ini bukan hanya berlaku pada burung murai saja tetapi berlaku pada seluruh jenis unggas, mereka akan bertelur apabila sudah mendapatkan suasana nyaman dan ketenangan dalam jiwanya.

Penulis pernah mencoba 50 pasang murai indukan muda hutan sebagai bahan riset. Telah kami ujicoba dengan berbagai cara dan berbagai macam obat-obatan perangsang birahi, baik itu melalui injeksi maupun oral selama satu tahun tapi hasilnya sangat mengecewakan. Dari 50 pasang hanya 1 pasang yang berhasil bertelur itupun tidak memuaskan karena murai jantannya masih kurang birahi sehingga telur yang dihasilkan infertil(kosong/tidak ada benih).

Burung muda hutan baik itu betina ataupun jantan yang dipelihara dalam kandang proses birahinya memerlukan waktu yang lama.

Sedangkan burung murai yang sudah tidak bertarung dalam kandang belum tentu sudah jodoh. karena jodoh dan tidaknya burung murai tergantung dari birahi atau tidaknya kedua murai tersebut.Salah satu contoh burung murai muda hutan dapat langsung akur kalau dipasangkan tanpa ada pertarungan tapi tidak jodoh, berbeda dengan murai hasil tangkaran yang banyak bertarung lebih dulu apabila dipasangkan sehingga memerlukan sedikit tehnik untuk menjodohkannya.

Tehnik-tehnik menjodohkan burung murai yang cepat,praktis dan gampang tanpa menggunakan kandang jodohan akan kami bahas pada episode yang akan datang#

b.Indukan yang masih muda baik itu jantan maupun betina

Pilihlah indukan yang sudah siap dan masih muda.

Ciri Indukan yang sudah siap kondisi bulunya sudah mulus dan yang betina sering berkicau dengan mengelepak-kelepakan sayap dan yang jantan juga sudah rajin berkicau, minimal usia betina maupun pejantan 10 bulan dan maksimal usia produktif 5 tahun.

Untuk mengetahui tua /muda murai dari hasil ternakan bisa dilihat dari warna dalam rongga mulut dan sisik pada kaki Kalau murai usia muda masih ada warna merah dalam rongga mulutnya dan kaki masih mulus, sedangkan kaki pada burung yang sudah tua sisiknya kelihatan tebal. Terkecuali burung muda hutan yang baru ditangkap dari hutan baik itu yang tua maupun yang muda kakinya tidak bersisik, selalu kelihatan kecil, bulat dan basah sehingga sulit dibedakan antara yang tua dan yang muda terkecuali yang masih anakan (trotol). Sehingga banyak peternak murai yang terkecoh.

2. Kesehatan & kebersihan

Dalam perjalanan panjang beternak murai, yang memegang peranan tak kalah penting adalah faktor kesehatan. Sebelum burung mati pasti sakit dulu dan sebelum sakit pasti kesehatannya terganggu lebih dulu. Adapun beberapa penyebab gangguan kesehatan pada murai adalah:

Stres karena tekanan mental

Hal ini biasanya banyak dialami oleh burung murai muda hutan. Stres menimbulkan efek negatif,terutama gangguan pada produksi telur serta meningkatnya kepekaan tubuh terhadap bibit penyakit patogen, respon tubuh burung terhadap stres juga erat kaitannya dengan sistem saraf otonom (SSO), atau system saraf tidak sadar, sistem hormonal dan sistem kekebalan tubuh, penurunan kewaspadaan sel darah putih dalam menangkal bibit penyakit (lazy leucocyte syndrome). Kondisi ini akan menyebabkan burung mudah terinfeksi bibit penyakit.

Stres juga menyebabkan gangguan metabolise karbohidrat dan mineral akibatnya pertumbuhan tubuh dan produksi telur terganggu. Gangguan sekresi beberapa zat mediator dalam sistem syaraf (neutrotransmitter), misalnya gangguan sekresi kholesistokinin yang menyebabkan menurunnya tingkat konsumsi pakan (feed intake) Dengan menurunnya konsumsi pakan tubuh burung semakin hari semakin Kurus dan berakhir dengan kematian.

Cekaman udara dingin (daerah pegunungan)

Karena burung murai kurang tahan dengan udara dingin, berbeda dengan burung cucak rowo yang cenderung menyukai udara dingin.

Ketenangan dalam lingkungan peternakan

Hindarkan suara gaduh disekitar kandang dan perlakukan burung dengan hati2 serta tidak kasar. Batasi orang yang berlalu lalang serta basmilah binatang pembawa penyakit /pembuat gaduh.

Sanitasi kandang yang buruk

Sebaiknya lantai kandang tempat beternak murai dalam kondisi tetap kering usahakan dapat sinar matahari pagi dan disemprot dengan desinfektan secara rutin seminggu minimal 2kali. Bisa menggunakan desinfektan merk dektan atau rodalon dengan takaran 2 ml/2 liter air. Desinfektan ini sangat aman untuk burung. Cara pakainya bisa langsung disemprotkan merata dalam kandang untuk mencegah berkembangnya kuman dan bakteri terutama bakteri hemophilus paragallinarum(snot) dan bakteri Escherichia coli (avian colibacillosis).

Ke dua jenis bakteri ini paling sering menyerang burung murai. Langkah yang harus diambil apabila burung sudah terlanjur sakit sebaiknya dipisahkan dari yang sehat,pasang lampu untuk pemanas dan segera berikan antibiotik yang berkualitas tinggi, khususnya pada bakteri E.coli. Mengapa harus berkualitas tinggi, karena banyak antibiotik yang sudah resisten terhadap bakteri E.coli.

contoh antibiotik yang berkelas tinggi yang dapat diperoleh di apotik adalah:

- CRAVIT (levofloxacin) tablet

- MEROPENEM injeksi

Obat antibiotik tersebut diatas dapat dicampurkan dengan obat anti depresan atau obat anti nyeri yang bertujuan supaya burung mau secepatnya makan.

Dan sebaiknya progam pengobatan dilakukan sedini mungkin ketika penyakit atau gejalanya sudah terdeteksi.jika infeksi sudah terlanjur parah pengobatan akan sulit dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang mahal.

Penyemprotan kandang dengan desinfektan ini banyak dilalaikan/disepelekan oleh sebagian besar peternak.padahal penyemprotan ini sangat besar sekali manfaatnya untuk kesehatan burung dan harga desinfektan tersebut juga tidak mahal.

Pemberian air minum yang bersih

Air minum bersih bebas organisme yang merugikan dan memenuhi syarat kelayakan air minum baik secara biologis,fisis maupun kimiawi.

Membersihkan tempat makan dan minum burung secara rutin dengan desinfektan.
Kualitas pakan dari serangga seperti;

kroto sebaiknya diberikan yang masih segar tidak kotor dan tidak berbau amoniak atau asam.
jangkrik diberikan yang masih sehat contoh jangkrik yang sehat belalainya tidak berair dan badannya masih keras jangkrik yang badannya sudah empuk biasanya jangkrik stok lama yang sudah sakit.
ulat kandang yang masih baru dipanen dari kandang ayam sebaiknya dipuasakan sehari sebelum diberikan pada burung.

Pemberian multivitamin dan elektrolit secara rutin

Cara pertama pemberian multivitamin dan elektrolit dapat dicampurkan ke sedikit kroto dan diberikan langsung keburung setelah kroto termakan habis baru boleh menambahkan kroto lagi (tanpa multivitamin).

Cara kedua pemberian multivitamin dan elektrolit bisa dicampurkan kedalam voor yang halus dan dibasahi air sedikit untuk pakan ulat. Apabila pakan yang diberikan sudah habis termakan, Ulat bisa langsung diberikan pada burung .

3. Tehnik pemeliharaan anakan burung murai pasca panen.

Dalam pemeliharaan tradisional Program panen anakan(piyek) murai biasanya dipanen usia kisaran seminggu. Pada usia ini piyek sudah kelihatan tumbuh bulu jarumnya. Pemberian pakan biasanya menggunakan kroto bersih ditambah dengan voor pakan burung pabrikan yang telah dicampur dengan sedikit air.

Mengapa piyek murai baru dipanen saat usia 1 minggu?

Karena banyak peternak burung murai yang tidak bisa menyuapi /memelihara anak murai mulai usia 1 hari.

Sumber Artikel: http://www.globalfaunafarm.com/artikel-murai/
Saturday, June 14, 2014 | 0 comments | Read More

Problem utma dalam penangkaran burung Cucakrowo

Di poskan oleh Unknown Pada hari Wednesday, 11 June 2014 | Wednesday, June 11, 2014

KENDALA UTAMA PENANGKARAN

Penjodohan

Dalam penjodohan burung untuk penangkaran, kesulitan utama adalah menyamakan masa birahi burung. Sebab, apabila burung tidak sama masa birahinya, maka penjodohan sulit dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memberikan asupan pakan yang bisa memunculkan birahi burung, baik untuk jantan ataupun betina.

Dalam kaitan ini, disarankan Anda menggunakan multivitamin dan multi mineral yang dilengkapi dengan suplemen lengkap dan seimbang disertai bahan aktif yang bermanfaat untuk kebutuhan utama asupan makan burung indukan. Anda bisa misalnya menggunakan BirdMature.

Fungsi utama BirdMature/BMR adalah meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. BMR sangat direkomendasikan untuk digunakan oleh para penangkar sehingga mencapai produksi burung yang optimal.

Macet produksi

Banyak sekali kasus burung macet produksi. Meskipun indukan jantan dan betina terlihat sehat, namun ternyata keduanya tidak juga melakukan perkawinan. Atau kalau melakukan perkawinan tidak terjadi pembuahan. Tanda tidak ada pembuahan adalah telur yang kosong sampai masa pengeraman berakhir.

Sebenarnya, macet produksi dalam kasus di atas adalah karena datangnya masa birahi burung pasca telur menetas tidak berbarengan. Dengan demikian, dalam kasus ini juga disarankan menggunakan BirdMature sehingga muncul birahi jantan dan betina pada saat yang bersamaan.

Fungsi utama BirdMature memang meningkatkan fertilitas dan menormalkan fungsi reproduksi burung. Namun dia memiliki fungsi lain, yakni meningkatkan daya tahan tubuh piyikan (burung-burung muda), menormalkan sistem kekebalan tubuh piyikan serta menyempurnakan pertumbuhan bulu burung.

Banyak burung piyikan mati disebabkan dia kekurangan asupan yang seharusnya tersimpan secara normal ketika dia masih dalam bentuk telur. Dengan pemberian BirdMature, risiko kematian anakan piyikan burung bisa ditekan.

PERAWATAN PASCA TELUR MENETAS

Apabila telah diketahui kapan kira-kira telur akan menetas, persiapkan segala sesuatnya dengan cermat, telaten dan penuh perhatian. Dalam dua atau tiga hari menjelang telur menetas hendaknya telah disediakan kroto atau serangga lain yang lembut dan lunak agar sewaktu-waktu menetas induk langsung dapat memberi makan anak-anaknya sesuai kehendaknya.

Di dalam sangkar induk tidak bisa secara bebas mencarikan makan untuk anaknya, maka kebutuhan pakan untuk anak burung harus selalu diperhatikan dari hari ke hari. Karena kebutuhan makannya tidak selalu sama dari hari ke hari sejak umur 1 hingga 15 hari, anak akan mulai belajar keluar sarang terutama saat bulunya sudah mulai lengkap. Induk burung akan memilih dan memberikan jenis pakan yang sesuai cocok dengan anaknya, sesuai dengan umur dan besar anaknya.

Pada tahap menyuapi ini pemberian pakan ekstra berupa serangga, tidak boleh terlambat, agar pertumbuhan anak burung tidak terlambat, dan mungkin akan mengalami kegagalan. Setelah anak cucakrowo mulai keluar dari sarang, jumlah jatah pakan perlu ditambah. Pada tahap ini, anak burung akan selalu minta disuapi dan kelihatannya selalu lapar dan ingin makan.

Usahakan untuk tidak terlalu cepat memisahkan anak burung dari induknya, tunggu sampai kira-kira berumur satu atau dua bulan. Saat yang paling tepat untuk memisahkan anak dari induknya adalah bila ada tanda-tanda bahwa induk berusaha menjauh, bila anak mendekat untuk minta disuapi dan seolah-olah akan mematuknya. Setelah tanda-tanda tersebut di atas terlihat, segera ambil dan pisahkan dengan hati-hati, agar induknya tidak terkejut dan stress. Apabila terkejut, apalagi stress, dapat mengakibatkan induk burung tidak mau bertelur dalam waktu yang cukup lama.

Di malam hari burung cucakrowo mempunyai kebiasaan tidur lelap dengan memasukkan dan mendekap kepalanya di bawah bulu sayapnya, sehingga apabila cukup hati-hati anaknya dapat di tangkap tanpa setahu induknya.

Anak cucakrowo yang telah dipisahkan, dikumpulkan menjadi satu dalam sangkar pemeliharaan.apabila kelak akan dijadikan calon induk, anak-anak burung ini tidak perlu dipisah-pisahkan agar dapat tetap rukun. Selain itu, dalam membentuk pasangan yang baru, dan menentukan jantan dan betinanya tidak mengalami kesulitan lagi. Tetapi bila dimaksudkan untuk keperluan lain, misalnya calon yang akan diikutkan lomba atau sekedar untuk di dengar suaranya, setelah anak burung mulai belajar berkicau dapat segera dipisahkan dari yang lain, agar cepat dan rajin berkicau. Cari master untuk melatihnya, seperti kaset, menggunakan burung yang sudah jadi dan baik atau menggunakan burung sejenis trucukan

Merawat dan melatih cucakrowo

Setelah cukup umur, burung muda hasil penangkaran, dikumpulkan dalam sangkar terpisah dari induknya. Maksud pemisahan ini antara lain:

  • Ada selera makan bila ada temannya.
  • Lebih merasa tenang.
  • Mengurangi perasaan gelisah pada saat dipisahkan.
  • Kemungkinan akan dijadikan induk baru.
  • Menghemat kebutuhan sangkar.

Dilihat dari berbagai segi, burung cucakrowo hasil penangkaran lebih baik kualitasnya dan memiliki kelebihan dibandingkan cucakrowo hasil tangkapan. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:

  • Lebih jinak dan mudah beradaptasi, karena lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga.
  • Belum pernah tahu dan merasakan kehidupan di hutan sehingga tak ada rasa tertekan atau ingin hidup bebas.
  • Bentuk fisiknya bagus karena pemilihan induknya secara selektif.
  • Corak suara telah dapat diketahui berdasarkan induk yang menurunkan.
  • Kesehatannya terjamin karena terawat sejak telur menetas.
  • Seleksi ketat dan penangkaran yang terkontrol akan menghasilkan keturunan yang semakin hari semakin dapat ditingkatkan kualitasnya.

Kelemahan cucakrowo hasil penangkaran

Walaupun cucakrowo hasil penangkaran memiliki kelebihan, tetapi peternak perlu menguasai cara dan teknik melatih, agar burung cepat dan rajin berkicau dengan baik. Sebab, kelemahan burung hasil penangkaran adalah pada lagunya yang kadang kemasukan “suara setan” atau suara lain yang tidak kita inginkan misalnya suara ayam, perkutut dan suara hewan lainnya.

Dalam melatih cucakrowo muda perlu dipersiapkan langkah sebagai berikut:

  • Usahakan sangkar yang dipakai bukan sangkar yang baru, agar kepala dan bulu tidak rusak, akibat menabrak jeruji sangkar (sangkar lama jerujinya sudah tidak tajam).
  • Usahakan agar cucakrowo muda selalu mendengarkan lagu dan irama kicau dari cucakrowo yang sudah jadi , bagus bahkan pernah menjadi juara. Untuk lebih mudahnya, gunakan kaset rekaman burung cucakrowo juara.
  • Dapat pula digunakan master dari jenis burung trucukan. Karena burung ini memiliki banyak persamaan, baik bentuk maupun irama/ nada kicaunya, hanya suaranya lebih kecil. Kelebihan trothokan ini adalah banyak yang memiliki lagu ganda yang kini banyak digemari dan menang dalam lomba atau pameran.
  • Agar cucakrowo muda tidak takut, jangan didekatkan dengan burung yang telah jadi dan berkicau keras-keras. Bila perlu biarkan burung muda ini mendengarkan kicauannya saja, tanpa melihat burungnya. Setelah beberapa waktu dan kelihatan bahwa burung muda ini sudah agak pandai serta kuat mentalnya, boleh didekatkan dengan burung yang sudah bagus, agar terbiasa dan berani berkicau bersama bersahut-sahutan seperti saat berada dalam arena pameran.

Tanpa latihan yang baik, burung burung yang sudah rajin dan kicaunya bagus pun belum berani unjuk suara di arena.

PROBLEM UTAMA CUCAK ROWO

1. Kurang fighting spirit, hanya diam bila ketemua lawan.
2. Memperdengarkan suara mati.
3. Mabung nyulam terus-menerus
4. Nyekukruk tak bergairah

1. Kurang fighting spirit alias kurang semangat tempur biasanya karena burung masih muda, burung kurang fit, kegemukan. Atasi dengan pemberian asupan yang seimbang gizi, vitamin dan mineralnya. Bisa gunakan BirdVit untuk rawatan harian. Bisa gunakan BirdShout selama 3 hari sebelum turun lomba. Jika kegemukan, perbanyak mandi.

2. Memperdengarkan “suara mati” atau suara burung lain seperti ayam, perkutut dan lain-lain. Atasi dengan pemasteran intensif suara burung cucakrowo. Bisa menggunakan kaset bisa menggunakan cd. Burung jangan dijadikan jinak. Biarkan sedikit liar. Cucakrowo jinak memerlukan stimulan digoda atau disiuli agar bunyi. Cucakrowo semi liar, suaranya cenderung keras dan rajin bunyi.

3. Mabung nyulam terus-menerus, penyebabnya kebanyakan lemak dan protein tetapi kekurangan vitamin dan mineral. Lakukan terapi Bird Mineral dan barengi dengan perawatan harian menggunakan BirdVit. Kurangi dulu penjemuran dari porsi biasanya.

4. Nyekukruk tak bergairah. Bisa disebabkan oleh gangguan parasit, baik cacing maupun kutu. Bisa atasi dengan AscariStop dan FreshAves. Jika gangguan parasit sangat akut, bisa disertai penggunaan BirdFresh.

Sumber Artikel: http://omkicau.com/artikel-lengkap/cucakrowo/
Wednesday, June 11, 2014 | 0 comments | Read More

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *