Google Yahoo Msn

Asiknya beternak lovebird

Di poskan oleh Unknown Pada hari Wednesday, 26 November 2014 | Wednesday, November 26, 2014

Beternak lovebird selain hobi bagi saya banyak hal yang bisa di ambil dari lovebird. Selain bisa menambah penghasilan banyak manfaat yang di berikan oleh lovebird di antaranya contoh kesetian berpasang, lovebird sangat setia dalam berpasangan, saling menyayangi, saling memperhatikan dan saling menjaga.

Kenapa dengan sebagian kecil manusia, manusia terkadang saling mengkhianati pasangannya sendiri dan tidak saling menghargai
Wednesday, November 26, 2014 | 4 comments | Read More

Habiskan Ratusan Juta, Raih Juara Sampai Pulau Jawa

Di poskan oleh Unknown Pada hari Sunday, 12 October 2014 | Sunday, October 12, 2014

KICAU Mania. Ya, itulah sebutan buat para pecinta burung berkicau di seluruh nusantara. Nyaris di semua daerah di Indonesia memiliki perkumpulan burung berkicau. Dan di Samarinda, nama Bird Club (BC) Pelangi Team jelas sudah tak asing lagi bagi mereka yang kerap berkecimpung di dunia burung berkicau.

"SAYA mulai menyukai burung berkicau sejak tahun 2000 lalu. Awalnya saya hanya senang saja dengan membeli dua ekor burung, yakni Lovebird dan Kenari," cerita H Agus Budiman, pendiri Pelangi Team kepada harian ini.

Dari sekadar hobi memelihara dan merawat, lama kelamaan Agus sudah tak bisa lepas kesehariannya dengan burung. Dan saat mengikuti lomba pertama kalinya pada 2002, Kenari peliharaannya sukses meraih juara II di Balikpapan. Sejak itulah kecintaan Agus dengan burung berkicau semakin menjadi. Sampai akhirnya ia membentuk Pelangi Team.

"Saya sengaja memilih nama Pelangi. Sebab keindahan warna pelangi tak ada apa-apanya jika hanya satu warna. Dan di tim ini, anggotanya datang dari semua kalangan. Mulai dari pengusaha, sampai tukang becak," ujarnya.

Agus sendiri pernah memiliki burung hingga 150 ekor di rumahnya, walau sekarang jumlahnya berkurang menjadi setengahnya dengan dua perawat yang tiap hari membersihkan dan memberi makan burung-burung Agus.

Soal harga burung, Agus yang juga pemilik rumah makan Ayam Gepuk di bilangan Jalan M Yamin ini mengatakan, ia tak terlalu jor-joran mengeluarkan dana. Burung termahal dibelinya seharga Rp 30 juta. Namun harga tersebut jelas sebanding dengan "kerja" burung saat lomba. Sebab beberapa kali burung Lovebird pembeliannya menjadi juara.

Siluman Ular, adalah Lovebird andalan Agus di setiap lomba, karena sering menjadi yang terbaik di kelasnya. Disinggung mengenai banyaknya dana yang dikeluarkan selama ini, Agus mengaku tak memikirkan hal tersebut. Baginya kepuasan batin adalah yang terpenting.

"Kepuasaan batin tak bisa dinilai dengan uang sejumlah apapun," katanya, yang mengaku menghabiskan dana Rp 4-5 juta untuk perawatan burung setiap bulannya. Dan sekarang, Pelangi Team menikmati kebesaran namanya di setiap lomba di kategori BC. Piala tetap dan bergilir Piala Wali Kota, Gubernur hingga Kapolda, kini masih digenggam Pelangi Team yang berjumlah sekitar 70 anggota kicau mania.

Tak hanya di lomba regional. Pelangi Team sudah terbiasa "menjajah" lomba di Jawa. Fitri BKS adalah anggota paling getol mengikuti lomba di luar Kaltim. Fitri bisa dikatakan "lebih gila" dalam pembelian burung. Jika Agus lebih senang memilihara burung biasa menjadi luar biasa, Fitri lebih getol membeli burung dengan harga fantastis. Sebab ia pernah membeli burung Kacer seharga Rp 250 juta.

"Ada kepuasaan sendiri kalau burung harga mahal yang saya beli mau kerja saat lomba. Saya sudah bermain burung sejak lama, jadi dengan bergabung di Pelangi Team bersama penggemar burung, apa yang saya suka tersalurkan," ujarnya.

Murai Borneo bernama Kenzo adalah burung andalan Fitri BKS di setiap lomba di Kaltim. Untuk pulau Jawa, ia biasanya membawa sampai 20 ekor untuk dilombakan. Terakhir ia meraih juara kategori single fighter (SF), saat lomba diadakan di Jawa.
Dikatakan Fitri, bermain burung dalam setiap lomba banyak suka dukanya. Suka jika burung yang dibawa memperlihatkan kemerduan suara dan meraih juara.

"Tapi kadang juga kesal, karena lomba di Jawa kita bertarung sendiri menghadapi lawan-lawan tangguh dengan juri yang sering tak adil dalam penilaian. Tapi kalau kemenangan diraih, kerja keras serta rasa lelah jadi terbayarkan," terangnya.

Nyaris sama seperti Agus, Fitri BKS pun memiliki banyak burung peliharaan. Bahkan rata-rata burung yang dibeli harganya di luar akal sehat. Sebab mayoritas harga burung milik Fitri harganya di atas Rp 5 juta. "Kita mencari kepuasaan dan kesenangan pada burung. Soal harga saya pikir sesuai saja dengan apa yang diperlihatkannya di lomba," katanya mengakhiri. (upi/agi)

Sumber:http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/37183
Sunday, October 12, 2014 | 0 comments | Read More

Seputar Cara ternak burung beo nias

Di poskan oleh Unknown Pada hari Sunday, 22 June 2014 | Sunday, June 22, 2014

Bagi seorang kicau mania, memelihara burung sebagai hewan peliharaan memang sangat menyenangkan yaitu sebagai penyalur hobi. Ternyata tidak hanya itu saja ternak burung juga dapat dijadikan hobi selain itu dapat mendatangkan keuntungan sebagai penghasilan. Untuk ternak burung beo memang susah-susah gampang, artinya dengan sedikit kesabaran, ketelatenan dan kemauannya setiap orang pasti dapat melakukannya. Dan selain itu untuk pemberian pakannya tidak terlalu merepotkan karena hanya dua kali sehari. Tak heran bila banyak peternak yang sukses menternakkan burung beo di rumahnya. Sebut saja Solo, Klaten, dan Yogyakarta menjadi sentra para peternak burung beo.

Cara Menjodohkan
Sebelum di masukkan ke kandang penangkaran perlu diadakan proses penjodohan dulu agar tidak terjadi perkelahian yang dapat berakibat fatal yaitu burung yang kalah akan mati. Dalam proses ini burung jantan dan betina kita dekatkan selama kurang lebih 1 minggu. Hal ini dimaksudkan agar burung tersebut bisa saling mengenal. Tanda-tanda untuk burung yang sudah jodoh dapat dilihat pada saat burung tersebut tidur, yaitu berdampingan pada saat tidur. Jika sudah terlihat jodoh yaitu tidur berdampingan kedua burung tersebut siap untuk dimasukkan ke dalam kandang penangkaran sebaiknya pada sore hari. Setelah dimasukkan di kandang penangkaran jangan langsung ditinggal, ditunggu dulu kurang lebih selama satu jam untuk memastikan apakah burung tersebut benar- benar jodoh.

Kandang Penangkaran
Kandang untuk ternak beo yang ideal adalah 1m x 2m tinggi 2m. Di dalam kandang di beri tanaman agar kelihatan alami sehingga burung akan merasa nyaman berada di kandang. Tempat mandi juga harus disediakan karena burung beo termasuk burung yang suka mandi. Untuk tempat sarang juga harus disediakan kotak terbuat dari kayu dengan ukuran 40cm x 30cm tinggi 30cm dan diberi lubang untuk keluar masuk burung. Di dasar kandang perlu disediakan bahan untuk sarang biasanya yang sering digunakan adalah daun pinus kering.
Burung beo siap dikawinkan pada umur 10-12 bulan. Idealnya untuk betina yang baik disyaratkan berumur setahun sedangkan untuk jantan 1,5-2 tahun. Umumnya untuk betina lebih cepat dewasa dibandingkan jenis janta. Setiap Perkawinan, sepasang beo bertelur sebanyak 3-4 butir. Telur menetas selama 14 hari setelah dierami induknya.

Tips perawatan burung beo
Beo termasuk burung yang cerdas dan sering dipelihara di rumah. Usia burung ini bisa mencapai lebih dari 75 tahun jika mendapatkan perawatan yang baik.
Perawatan burung yang salah hanya akan membuat burung ini menjadi stres yang dapat membuat burung menjadi sakit yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kematian.
Maka dari itu anda harus merawat burung beo anda dengan baik agar burung beo anda tetap sehat dan terhindar dari stres. Anda bisa menjadi teman yang baik bagi burung beo karena pada dasarnya burung ini mudah merasa bosan jika hanya hidup sendiri.

Berikut ini adalah tips merawat burung beo, yaitu :
  • Sangkar burung beo harus dibersihkan secara teratur dan sebaiknya dilakukan setiap hari.
  • Bersihkan kotoran dari kandang burung beo. Kotoran bisa berupa sisa-sisa makanan atau burung beo yang mengalami kerontokan.
  • Beri burung beo makan dua kali dan beri air segar satu kali dalam sehari.
  • Setiap jenis burung beo memiliki pilihan makanan yang tidak sama, maka anda harus mengetahui pakan yang paling tepat untuk beo anda.
  • Burung beo sangat suka bermain, maka dari itu sediakan mainan-mainan untuk beo peliharaan anda dan bermainlah dengannya.
  • Jika burung beo tidak diberi mainan burung ini akan mudah menjadi stres dan biasanya gejala stres yang ditunjukkan adalah dengan mencabuti bulunya sendiri.

Tips Membersihkan Kandang Beo

  • Beo umumnya menghasilkan zat seperti tepung yang akan mengotori kandang. Jika anda ingin membersihkan kandang burung beo, sebaiknya gunakan handuk basah.
  • Setiap satu minggu sekali bersihkan kandang burung beo secara menyeluruh. Selama pembersihan kandang sebaiknya burung beo dipindahkan ke tempat lain.
  • Pembersihan kandang bisa dilakukan dengan menggunakan campuran 50:50 air bersih dan pemutih. Pemutih juga bisa diganti dengan sabun colek.
  • Bilas pembersih secara menyeluruh dan keringkan kandang sebelum kembali memindahkan beo ke dalamnya.
  • Setiap satu minggu sekali sebaiknya bersihkan mangkuk air dan makanan secara menyeluruh.

Tips Pemberian Pakan Burung Beo

  • Jangan terlalu sering memberi pakan yang terdiri dari biji-bijian karena burung beo anda bisa menjadi gemuk. Sebaiknya makanan yang bervariasi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan segar.
  • Anda bisa memberi makan berupa buah dan sayur yang dipotong dengan ukuran sekitar 1 cm.
  • Anda bisa membuat variasikan penyajian makanan supaya burung beo tidak bosan. Anda bisa mencoba untuk menggantung sayuran segar di dalam kandangnya. Dengan ini burung beo anda akan mendapatkan makanan yang sehat sekaligus mainan baru.
  • Burung beo juga bisa diberi pakan berupa roti. Roti juga bisa diberi variasi resep agar burung tidak merasa bosan dengan makanan ini. Anda bisa membuat variasi resep sesuai dengan keinginan anda atau cobalah untuk mencari resepnya di buku resep atau internet.

Tips Bermain dengan Beo

  • Burung beo adalah burung yang mudah stres, butuh hiburan, dan butuh teman. Maka dari itu usahakanlah untuk bermain dengan burung beo anda setiap hari.
  • Burung beo dikenal memiliki sifat sosial dan burung yang cerdas. Usahakan untuk menaruh banyak mainan di dalam kandang burung beo. Hal ini akan membuat burung beo menjadi sibuk dengan mainannya dan mencegah burung anda menjadi stres.
  • Anda bisa menyediakan mainan yang terbuat dari kayu dengan membaut sendiri atau membeli. Kemungkinan burung beo akan mengunyah mainan ini dan akan menjadikannya sibuk dengan mainan barunya. Anda juga bisa memberikan mainan berupa balok kayu dengan ukuran 12 x 12 x 5 cm.
Tips Tambahan

  • Burung beo yang merasa kesepian, tidak punya mainan dan tidak pernah diajak bermain akan merasa bosan dan kemungkinan besar akan mencabuti bulunya sendiri.
  • Tidak semua orang cocok memelihara beo maka dari itu pastikan bahwa orang-orang di sekitar anda mau menerima kehadiran burung ini. Selain itu anda juga harus memastikan bahwa keluarga anda juga mau menerima kehadiran burung ini.
  • Anda bisa melakukan riset kecil untuk menentukan jenis burung beo yang anda sukai.
  • Memelihara beo membutuhkan komitmen jangka panjang dan perhatian sepenuhnya. Jika sebelumnya anda sudah memelihara anjing, kucing, atau hewan lainnya, mungkin anda harus berpikir lagi untuk memutuskan memelihara beo. Hewan peliharaan lain dan burung beo bisa hidup bersama, tetapi anda harus tetap mengawasinya agar tidak saling melukai atau saling menyerang.
  • Jika anda memiliki anak yang masih kecil maka pertimbangkan kembali untuk memelihara beo. Anak kecil cenderung banyak bergerak dan bersuara keras atau berteriak ketika bermain. Hal tersebut tentu normal buat anak tetapi dapat membuat burung beo ketakutan.
  • Burung beo yang akan anda pelihara mungkin tidak benar-benar jinak. Beo bisa menggigit Anda. Jadi, bersiaplah untuk digigit dan menyediakan kotak P3K.

sumber : http://beoburung.blogspot.com/2013/09/cara-beternak-burung-beo.html
Sunday, June 22, 2014 | 3 comments | Read More

Pengelolaan pakan jalak bali di penangkaran

PENGELOLAAN PAKAN JALAK BALI (Leucopsar rothscildi)

DI PENANGKARAN

Marwa Prinando, Seruni Diah Kerta Wiji, Muthia Sri Rahayu

R. Faid Abdul Manan, Rinnai Rustina Rinjani

*Mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata

Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor

ditulis April 2010



I. PENDAHULUAN

Jalak tergolong jenis burung berkicau. Di dunia dikenal lebih dari seratus jenis jalak. Sepintas, fisik jalak tidak berbebe dengan beo karena jenis burung tersebut satu famili. Di alam jalak hidup di semak-semak, sawah-sawah, dan di rumpun bambu secara bergerombol. Burung ini lebih suka berkoloni, mengceh bersama, kemudian terbang bersama pula (Sugino 1999).

Jalak bali (Leucopsar rothscildi) sebagai satwa langka yang merupakan salah satu makhluk tersisa penghuni bumi, saat ini secara hidupan liar populasinya berada pada kondisi menghawatirkan, keberadaannya cenderung mengarah pada situasi terancam bahaya punah. Data terakhir pada Desember 2006 populasi dialam liar tercatat hanya tersisa sebanyak 6 ekor (TNBB 2010) . Padahal mahkluk yang satu ini memperoleh perhatian cukup serius dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu dengan ditetapkannya makhluk tersebut sebagai satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. Perlindungan hukum untuk menyelamatkan satwa tersebut ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 421/Kpts/Um/8/1970 tanggal 26 Agustus 1970. dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Jalak Bali terdaftar pada Apendix I, yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan.

Terancamnya populasi jalak bali di alam menyebabkan perlu adanya upaya konservasi agar keberadaan jalak bali di alam tetap lestari. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan penangkaran atau konservasi eksitu. Dalam melakukan konservasi satwa yang perlu diperhatikan adalah kesejahteraan satwa, yang meliputi keamanan dan kenyamanan datri faktor stress, gangguan dari luar dan makanan. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengelolaan aspek-aspek tersebut, terutama aspek pengelolaan pakan dalam penangkaran atau konservasi eksitu lainnya,

Kebun binatang Surabaya merupakan salah satu dari model konservasi eksitu. Satwa yang ada di kebun binatang ini beragam, dari kelasa mamalia, reptilia, dan aves. Salah satu dari sekian banyak jenis satwa tersebut adalah jalak bali (Leucopsar rothscildi). Aspek pengelolaan yang ada di kebun binatang ini pun beragam, mulai dari pengelolaan habitat buatan, kandang hingga pakan. Khusus untuk tulisan ini yang akan dibahas adalah tentang pengelolaan pakan yang ada di kebun binatang surabaya ini.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menguraikan aspek pengelolaan pakan jalak bali yang ada di Kebun Binatang Surabaya.


II. PEMBAHASAN

2.1 Pakan jalak bali di alam

Di alam, jalak bali dapat ditemukan di hutan dan semak belukar. Pakan burung ini di habitat aslinya, yaitu berupa serangga, cacing dan jangkrik (Sugino 1999). Selain pakan berupa hewan, jalak bali pun memanfaatkan tumbuhan sebagai pakannya. Tumbuhan-tumbuhan tersebut, antaralain juwet (Zizygium cumini), sotong/jambu (Psidium guajava) dan pisang (Musa paradisica) (Ginantra dkk 2009).

Berbeda dengan burung yang masih hidup di alam, burung yang hidup di penangkaran tidak dapat mencarai makanannya sendiri karena ruang gerak yang dibatasi oleh sangkar atau kandang. Kebutuhan pakan burung di penangkaran tergantung pada pemeliharanya. Pakan burung dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pakan alami, pakan buatan dan pakan pelengkap (Soemadi dan Mutholib 2003). Pakan alami adalah berbagai jenis bahan makanan yang secara alami biasa diperoleh secara bebas di alam. Jenis pakan ini dapat berupa serangga, ulat, cacing, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Pakan buatan adalah bahan makanan yang dibuat dan diramu untuk melengkapi kebutuhan pakan burung, biasanya berbentuk pellet. Sedangkan pakan pelengkap adalah pakan yang diberikan untuk melengkapi kekurangan gizi makanan lain, terutama dalam hal kandungan vitamin dan mineral. Contoh pakan pelengkap, yaitu tepung ikan, tepung tulang dan tepung daging (Soemadi dan Mutholib 2003).

2.2 Jenis, cara pemberian dan pengadaan serta pembuatan ransum harian jalak bali

Pakan yang diberikan pada jalak bali di penangkaran Kebun Binatang Surabaya terdiri dari campuran pepaya, pisang dan kroto (telur dan larva semut), makanan ayam berupa pellet (butiran) PAR S 512 dan ulat gandum (meal worm). Sebelum disajikan, pepaya dan pisang terlebih dahulu dikuliti dan dipotong menjadi kecil dengan diameter kurang dari 0,5 cm dan dicampur dengan kroto. Sepasang jalak bali diberikan sekitar 150 g per hari campuran tersebut. Ulat gandum diberikan sekitar 40-50 ekor per hari dan pellet hanya diberikan secukupnya. Pakan diberikan dengan dimasukkan ke tempat yang diikatkan pada pokok tanaman tempat bertengger.

Selain pakan utama, jalak bali di penangkaran kebun binatang Surabaya pun diberikan multi-vitamin khusus burung berkicau, yaitu labro anti-cekaman yang mengandung 12 macam vitamin dan 5 macam mikro mineral. pemberian multi-vitamin ini dicampurkan dengan air minum setiap dua minggu sekali.

Sebagai bahan perbandingan, pakan yang diberikan untuk jalak bali di penangkaran Taman Nasional Bali Barat terdiri dari makanan nabati, hewani dan makanan tambahan. Makanan yang termasuk kategori nabati yang diberikan pada jalak bali di penangkaran, yaitu pisang dan pepaya. Sedangkan untuk hewani terdiri dari ulat hongkong, belalang, jangkrik, dan kroto basah (telur semut). Jenis pakan pendukung lainnya yang disajikan yaitu jenis pakan olahan seperti kroto kristal kroto voer 521 dan kroto fancy food. Pakan tersebut disajikan 2 buah/ekor/hari untuk pisang, pepaya 2 iris/ekor/hari, ulat/kroto masing-masing 8 gram/ekor/hari dan serangga 2-4 ekor/hari/ekor.

Anonim (2010) membagi makanan jalak bali berdasarkan fase perkembangan hidupnya, yaitu

a. Makanan keseharian untuk dewasa, terdiri dari pisang, pepaya, makanan buatan pabrik, jangkrik, kroto dan ulat. Makanan tersebut diberikan secukupnya pagi dan sore. Jumlah jangkrik yang diberikan kira-kira 10 sampai 20 ekor pagi dan sore.

b. Makanan saat indukan birahi/siap kawin. Menu utama jalak bali saat fase ini adalah pepaya atau pisang, tetapi makanan buatan pabrik pun tetap diberikan. Sebaiknya makanan hewani lebih banyak diberikan karena makanan hewani yang mengandung protein tinggi dapat memacu birahi jalak bali.

c. Makanan saat indukan mengeram. Pada fase ini makanan pokok tetap diberikan, tetapi makanan berupa hewan dikurangi. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi birahi pada jantan yang biasanya mengakibatkan pembuangan telur atau anakan sebelum saatnya diambil.

d. Makanan saat penetasan. Pada fase ini makanan pokok maupun makanan hewan sebaiknya tidak terlambat diberikan. Hal tersebut dapat beakibat fatal karena dapat mengakibatkan pembuakan anakan.

2.3 Pengelolaan pakan secara umum di penangkaran

Pengelolaan pakan secara umum dilakukan di kandang. Dalam kandang, akan lebih baik jika posisi wadah pakan tepat, sehingga burung dapat dengan mudah memakan makanan yang ada di dalamnya. Wadah pakan untuk burung jalak bali lebih cocok terbuat dari plastik. Selain harganya relatif murah, bahan yang dipakai biasanya juga tembus pandang sehingga persediaan pakan dapat terlihat, dan wadah yang terbuat dari plastik juga tidak ada efek terhadap pakan burung tersebut.

Selain dari plastik, wadah pakan juga dapat dibuat dari porselen. Akan tetapi, kapasitas isinya hanya sedikit. Oleh karena itu, jika wadah pakan terbuat dari porselen harus sering diperiksa agar persediaan pakan di wadah cepat diketahui jika menjelang habis. Dengan demikian, burung tidak sampai kehabisan makanan.

Selain wadah pakan, terkadang dalam sangkar burung jalak ini juga dilengkapi dengan gantungan buah yang terbuat dari kawat. Kawat yang digunakan pada umumnya adalah kawat tembaga, sehingga tidak mudah berkarat. Pakan yang berupa buah dapat digantungkan ke sangkar dengan bantuan kawat ini. Wadah pakan dan gantungan buah tersebut umumnya diletakkan ditempat yang berbeda dan berdekatan dengan tenggeran. Pemberian pakan umunya dilakukan dua kali sehari yakni pada siang dan sore hari.


III. KESIMPULAN

Jenis pakan yang diberikan pada jalak bali di penangkaran Kebun Binatang Surabaya terdiri dari campuran pepaya, pisang dan kroto (telur dan larva semut), makanan ayam berupa pellet (butiran) PAR S 512 dan ulat gandum (meal worm). Cara penyajiannya yakni untuk pepaya dan pisang terlebih dahulu dikuliti dan dipotong menjadi kecil dengan diameter kurang dari 0,5 cm dan dicampur dengan kroto. Sepasang jalak bali diberikan sekitar 150 g per hari campuran tersebut pada waktu pagi dan sore hari. Ulat gandum diberikan sekitar 40-50 ekor per hari dan pellet hanya diberikan secukupnya. Cara pemberian pakan adalah memasukkan pakan ke tempat yang diikatkan pada pokok tanaman tempat bertengger. Selain pakan utama, jalak bali di penangkaran kebun binatang Surabaya pun diberikan multi-vitamin khusus burung berkicau, yaitu labro anti-cekaman yang mengandung 12 macam vitamin dan 5 macam mikro mineral. pemberian multi-vitamin ini dicampurkan dengan air minum setiap dua minggu sekali.

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim. 2010]. Teknik Penangkaran Jalak Bali. http://jalakbaliku.com. [25 Maret 2010].

Masyud B. 1992. Penampilan Reproduksi dan Karakteristik Genetik Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Ginantra IK, AAGR Dalem, SK Sudirga, IGNB Wirayudha. 2009. Jenis-jenis Tumbuhan Sebagai Sumber Pakan Jalak Bali (Leucopsar rothscildi) di Desa Ped, Nusa Pelida, Klungkung, Bali. Bumi Lestari 9(1), hlm.97-102.

Soemadi W, A Mutholib. 2003. Pakan Burung. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sugino. 1999. Sukses Memelihara Jalak Putih dan Jalak Suren. Jakarta: Penebar Swadaya.

[TNBB] Taman Nasional Bali Barat. 2009. Pengelolaan Penangkaran Jalak Bali (Leucopsar Rothscildi) Di Taman Nasional Bali Barat.www.google.co.id./jalak bali.htm. [25 Maret 2010].

sumber; http://marwa89.wordpress.com/2010/06/22/133/
Sunday, June 22, 2014 | 0 comments | Read More

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *