Google Yahoo Msn

There are nine species of lovebirds

Di poskan oleh Unknown Pada hari Tuesday, 9 December 2014 | Tuesday, December 09, 2014

There are nine species of lovebirds, and all belong to the genus Agapornis, though only a few are typically available as pets; namely the peach-faced, masked and Fisher’s lovebirds. Lovebirds are so named because of their strong pair bonds. Lovebirds range in size from just over 5 inches to just over 6 ½ inches, which makes them among the smaller parrot species. Lovebirds have short, blunt tail feathers, unlike budgies (“parakeets”), which have long pointed tails, and lovebirds are also stockier.

Lovebird species can be divided into those with prominent white eye rings — the masked (A. personata), the Fischer’s (A. fischeri), the black-cheeked (A. nigrigenis) and the Nyasa (A. lilianae) — and those without an eye ring — peach-faced (A. roseicollis), black-winged, or Abyssinian, (A. taranta), red-headed, or red-faced, (A. pullarius), Madagascar, or grey-headed, (A. canus) and the black-collared, or Swindern’s, (A. swindernianus) lovebird. Some lovebird species come in many color mutations, which are produced by selective breeding to bring out certain color traits.

In the wild, lovebirds live in small flocks and eat fruit, vegetables, grasses as well as seed. The Abyssinian, or black-winged lovebird, has a specialized diet that includes native figs, which is why they are so rare in captivity.
Native Region / Natural Habitat

Most lovebird species are native to the continent of Africa; the exception is the Madagascar (grey-headed) lovebird, which is native to the island of Madagascar.
Personality & Behavior

Lovebirds might be small but they are bold, inquisitive, curious and always on the go. Many people believe lovebirds come in pairs because they are often see photos of two lovebirds cuddled up against one another. No doubt, a lovebird often forms a deep bond with another lovebird. Potential owners should be aware, however, that a lovebird pair might choose not to interact with people, as they will be thoroughly focussed on each other. A single lovebird companion needs plenty of social interaction with the people in his/her life, as well as plenty of busy work in the form of toys and safe items to chew up and destroy. A female lovebird can become highly defensive of her territory (cage).
Speech & Sounds

Lovebirds are a chatty bunch, singing and whistling all day long, and are especially vocal at dawn and dusk. They are not known for their talking ability, but their song is pleasant, more so than many other companion parrots. The more lovebirds you acquire (and it’s hard to buy just one) the noisier they will become. They are flocking birds in the wild and love to talk to one another.
Care & Feeding

Like most birds, lovebirds love to exercise and require the largest cage that your budget and space can afford. Lovebirds that are cooped up in a small cage and never given any freedom tend to become neurotic and can develop self-mutilating habits. With proper care and a well-balanced diet, a lovebird can live between 12 and 15 or more years.
Health & Common Conditions

Lovebirds are susceptible to Chlamydiosis, self-mutilation as well as nutritional deficiencies related to an inadequate diet, especially if fed a mostly seed diet.
Get a Lovebird

Lovebirds are readily available in most pet stores, as well as from bird breeders.

Sumbewr: http://lafeber.com/pet-birds/species/lovebird/
Tuesday, December 09, 2014 | 0 comments | Read More

Lovebird Lutino Mata Merah

Suara Lovebird Lutino Mata Merah sungguh sangat luar biasa, saya abil video ini dari youtube link https://www.youtube.com/watch?v=x6-8P1fQcJE&sns=fb&noredirect=1, semoga menjadi sebuah ispirasi bagi kita khususnya saya sendiri umumnya bagi para pengunjung blog yasha birdfarm dan para pecinta burung lovebird lutino mata merah.



Terimakasih atas kunjungan anda
Tuesday, December 09, 2014 | 1 comments | Read More

LoveBird Pastel Biru Ngekek Panjang

Lovebird Pastel biru ini suranya cukup panjang dan saya ambil video ini dari youtu dengan link https://www.youtube.com/watch?v=tH5r9aEpeas berjudul LoveBird Pastel Biru Ngekek Panjang 50 Juta, Juara 1 Nasional 2014

Tuesday, December 09, 2014 | 1 comments | Read More

Suara Kicau Burung Lovebird

Burung lovebird yang ini suaranya sangaaat panjang dan sangat bagus video saya ambil dari youtub dengan link https://www.youtube.com/watch?v=wbMUuNsDiqw dan diberi judul.Suara Lovebird Juara - Suara Kicau Burung Lovebird

Published on Aug 26, 2013

Lovebird Juara -- Membedakan Kelamin Jantan dan Betina Burung Lovebird: 1) Bentuk ekor burung Lovebird jantan biasanya lebih runcing dibandingkan betina yang cenderung mempunyai ekor yang lebih rata. 2) Bentuk tubuh burung Lovebird betina biasanya memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat

Tuesday, December 09, 2014 | 1 comments | Read More

Lovebird ngekek panjang

Lovebird yang ini suaranya ngekek panjang saya ambil videonya dari youtube dengan link https://www.youtube.com/watch?v=vfoKWRcmDv0 dan di beri judul LOVEBIRD NGEKEK PANJANG
Published on Dec 10, 2012
Si lambo di rumah biarpun gak mau terlalu panjang tapi cukup menjadi tontonan yg menarik

Tuesday, December 09, 2014 | 3 comments | Read More

Asiknya beternak lovebird

Di poskan oleh Unknown Pada hari Wednesday, 26 November 2014 | Wednesday, November 26, 2014

Beternak lovebird selain hobi bagi saya banyak hal yang bisa di ambil dari lovebird. Selain bisa menambah penghasilan banyak manfaat yang di berikan oleh lovebird di antaranya contoh kesetian berpasang, lovebird sangat setia dalam berpasangan, saling menyayangi, saling memperhatikan dan saling menjaga.

Kenapa dengan sebagian kecil manusia, manusia terkadang saling mengkhianati pasangannya sendiri dan tidak saling menghargai
Wednesday, November 26, 2014 | 4 comments | Read More

Seputar Cara ternak burung beo nias

Di poskan oleh Unknown Pada hari Sunday, 22 June 2014 | Sunday, June 22, 2014

Bagi seorang kicau mania, memelihara burung sebagai hewan peliharaan memang sangat menyenangkan yaitu sebagai penyalur hobi. Ternyata tidak hanya itu saja ternak burung juga dapat dijadikan hobi selain itu dapat mendatangkan keuntungan sebagai penghasilan. Untuk ternak burung beo memang susah-susah gampang, artinya dengan sedikit kesabaran, ketelatenan dan kemauannya setiap orang pasti dapat melakukannya. Dan selain itu untuk pemberian pakannya tidak terlalu merepotkan karena hanya dua kali sehari. Tak heran bila banyak peternak yang sukses menternakkan burung beo di rumahnya. Sebut saja Solo, Klaten, dan Yogyakarta menjadi sentra para peternak burung beo.

Cara Menjodohkan
Sebelum di masukkan ke kandang penangkaran perlu diadakan proses penjodohan dulu agar tidak terjadi perkelahian yang dapat berakibat fatal yaitu burung yang kalah akan mati. Dalam proses ini burung jantan dan betina kita dekatkan selama kurang lebih 1 minggu. Hal ini dimaksudkan agar burung tersebut bisa saling mengenal. Tanda-tanda untuk burung yang sudah jodoh dapat dilihat pada saat burung tersebut tidur, yaitu berdampingan pada saat tidur. Jika sudah terlihat jodoh yaitu tidur berdampingan kedua burung tersebut siap untuk dimasukkan ke dalam kandang penangkaran sebaiknya pada sore hari. Setelah dimasukkan di kandang penangkaran jangan langsung ditinggal, ditunggu dulu kurang lebih selama satu jam untuk memastikan apakah burung tersebut benar- benar jodoh.

Kandang Penangkaran
Kandang untuk ternak beo yang ideal adalah 1m x 2m tinggi 2m. Di dalam kandang di beri tanaman agar kelihatan alami sehingga burung akan merasa nyaman berada di kandang. Tempat mandi juga harus disediakan karena burung beo termasuk burung yang suka mandi. Untuk tempat sarang juga harus disediakan kotak terbuat dari kayu dengan ukuran 40cm x 30cm tinggi 30cm dan diberi lubang untuk keluar masuk burung. Di dasar kandang perlu disediakan bahan untuk sarang biasanya yang sering digunakan adalah daun pinus kering.
Burung beo siap dikawinkan pada umur 10-12 bulan. Idealnya untuk betina yang baik disyaratkan berumur setahun sedangkan untuk jantan 1,5-2 tahun. Umumnya untuk betina lebih cepat dewasa dibandingkan jenis janta. Setiap Perkawinan, sepasang beo bertelur sebanyak 3-4 butir. Telur menetas selama 14 hari setelah dierami induknya.

Tips perawatan burung beo
Beo termasuk burung yang cerdas dan sering dipelihara di rumah. Usia burung ini bisa mencapai lebih dari 75 tahun jika mendapatkan perawatan yang baik.
Perawatan burung yang salah hanya akan membuat burung ini menjadi stres yang dapat membuat burung menjadi sakit yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kematian.
Maka dari itu anda harus merawat burung beo anda dengan baik agar burung beo anda tetap sehat dan terhindar dari stres. Anda bisa menjadi teman yang baik bagi burung beo karena pada dasarnya burung ini mudah merasa bosan jika hanya hidup sendiri.

Berikut ini adalah tips merawat burung beo, yaitu :
  • Sangkar burung beo harus dibersihkan secara teratur dan sebaiknya dilakukan setiap hari.
  • Bersihkan kotoran dari kandang burung beo. Kotoran bisa berupa sisa-sisa makanan atau burung beo yang mengalami kerontokan.
  • Beri burung beo makan dua kali dan beri air segar satu kali dalam sehari.
  • Setiap jenis burung beo memiliki pilihan makanan yang tidak sama, maka anda harus mengetahui pakan yang paling tepat untuk beo anda.
  • Burung beo sangat suka bermain, maka dari itu sediakan mainan-mainan untuk beo peliharaan anda dan bermainlah dengannya.
  • Jika burung beo tidak diberi mainan burung ini akan mudah menjadi stres dan biasanya gejala stres yang ditunjukkan adalah dengan mencabuti bulunya sendiri.

Tips Membersihkan Kandang Beo

  • Beo umumnya menghasilkan zat seperti tepung yang akan mengotori kandang. Jika anda ingin membersihkan kandang burung beo, sebaiknya gunakan handuk basah.
  • Setiap satu minggu sekali bersihkan kandang burung beo secara menyeluruh. Selama pembersihan kandang sebaiknya burung beo dipindahkan ke tempat lain.
  • Pembersihan kandang bisa dilakukan dengan menggunakan campuran 50:50 air bersih dan pemutih. Pemutih juga bisa diganti dengan sabun colek.
  • Bilas pembersih secara menyeluruh dan keringkan kandang sebelum kembali memindahkan beo ke dalamnya.
  • Setiap satu minggu sekali sebaiknya bersihkan mangkuk air dan makanan secara menyeluruh.

Tips Pemberian Pakan Burung Beo

  • Jangan terlalu sering memberi pakan yang terdiri dari biji-bijian karena burung beo anda bisa menjadi gemuk. Sebaiknya makanan yang bervariasi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan segar.
  • Anda bisa memberi makan berupa buah dan sayur yang dipotong dengan ukuran sekitar 1 cm.
  • Anda bisa membuat variasikan penyajian makanan supaya burung beo tidak bosan. Anda bisa mencoba untuk menggantung sayuran segar di dalam kandangnya. Dengan ini burung beo anda akan mendapatkan makanan yang sehat sekaligus mainan baru.
  • Burung beo juga bisa diberi pakan berupa roti. Roti juga bisa diberi variasi resep agar burung tidak merasa bosan dengan makanan ini. Anda bisa membuat variasi resep sesuai dengan keinginan anda atau cobalah untuk mencari resepnya di buku resep atau internet.

Tips Bermain dengan Beo

  • Burung beo adalah burung yang mudah stres, butuh hiburan, dan butuh teman. Maka dari itu usahakanlah untuk bermain dengan burung beo anda setiap hari.
  • Burung beo dikenal memiliki sifat sosial dan burung yang cerdas. Usahakan untuk menaruh banyak mainan di dalam kandang burung beo. Hal ini akan membuat burung beo menjadi sibuk dengan mainannya dan mencegah burung anda menjadi stres.
  • Anda bisa menyediakan mainan yang terbuat dari kayu dengan membaut sendiri atau membeli. Kemungkinan burung beo akan mengunyah mainan ini dan akan menjadikannya sibuk dengan mainan barunya. Anda juga bisa memberikan mainan berupa balok kayu dengan ukuran 12 x 12 x 5 cm.
Tips Tambahan

  • Burung beo yang merasa kesepian, tidak punya mainan dan tidak pernah diajak bermain akan merasa bosan dan kemungkinan besar akan mencabuti bulunya sendiri.
  • Tidak semua orang cocok memelihara beo maka dari itu pastikan bahwa orang-orang di sekitar anda mau menerima kehadiran burung ini. Selain itu anda juga harus memastikan bahwa keluarga anda juga mau menerima kehadiran burung ini.
  • Anda bisa melakukan riset kecil untuk menentukan jenis burung beo yang anda sukai.
  • Memelihara beo membutuhkan komitmen jangka panjang dan perhatian sepenuhnya. Jika sebelumnya anda sudah memelihara anjing, kucing, atau hewan lainnya, mungkin anda harus berpikir lagi untuk memutuskan memelihara beo. Hewan peliharaan lain dan burung beo bisa hidup bersama, tetapi anda harus tetap mengawasinya agar tidak saling melukai atau saling menyerang.
  • Jika anda memiliki anak yang masih kecil maka pertimbangkan kembali untuk memelihara beo. Anak kecil cenderung banyak bergerak dan bersuara keras atau berteriak ketika bermain. Hal tersebut tentu normal buat anak tetapi dapat membuat burung beo ketakutan.
  • Burung beo yang akan anda pelihara mungkin tidak benar-benar jinak. Beo bisa menggigit Anda. Jadi, bersiaplah untuk digigit dan menyediakan kotak P3K.

sumber : http://beoburung.blogspot.com/2013/09/cara-beternak-burung-beo.html
Sunday, June 22, 2014 | 3 comments | Read More

Jebol kandang, cara praktis mengawali penangkaran burung jalak bali

Jalak bali (Leucopsar rothschildi)  yang semula nyaris punah, kini mulai memberikan harapan cerah, baik bagi upaya konservasi di alam liar maupun bagi penangkar swasta dan kolektor burung langka. Harganya yang mahal, sekitar Rp 9 juta / pasang anakan umur 2-4 bulan, membuat banyak orang berminat menangkar burung ini. Cara praktis mengawali breeding jalak bali adalah melakukan jebol kandang. Tetapi, adakah bird farm yang menawarkan sistem jebol / bedol kandang? Ada! Salah satunya Kere Ayem BF di Cileungsi, Bogor.

Sebelum memutuskan menjadi penangkar jalak bali, Anda harus faham bahwa burung ini termasuk salah satu jenis burung dilindungi di Indonesia, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Pemerintah memberikan persyaratan tertentu kepada siapapun yang ingin menangkar dan / atau memelihara burung jalak bali.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon penangkar adalah memperoleh izin penangkaran dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di masing-masing provinsi. Dengan mengantongi izin tersebut, Anda berhak melakukan penangkaran dan menjual sebagian hasil penangkaran tersebut kepada publik. Ketika ada transaksi pembelian, Anda harus menyertakan sertifikat mengenai database jalak bali yang dibeli (tanggal menetas, nama penangkaran, dan lain-lain).

Rombongan pejabat BKSDA Jawa Barat berkunjung ke Kere Ayem BF Cileungsi, Bogor.
Rombongan pejabat BKSDA Jawa Barat berkunjung ke Kere Ayem BF Cileungsi Bogor.
—
Oke, saya rasa persyaratan ini tidak terlalu berat. Yang lebih berat justru bagaimana Anda bisa konsisten dalam melakukan seluruh rangkaian kegiatan penangkaran, mulai dari penjodohan, masa produksi, pengelolaan anakan, dan pemasaran.

Bagi pemula, proses penjodohan jalak bali sering menjadi kendala terbesar. Berbulan-bulan merawat calon indukan, namun setelah dewasa burung enggan berjodoh. Tidak sedikit yang kemudian mencari indukan baru, bahkan tidak sedikit pula yang akhirnya menyerah dan melupakan impiannya menjadi penangkar jalak bali.

Untuk mengatasi kendala seperti inilah, Kere Ayem BF yang dikelola Om Sukardi di Perumahan Griya Kenari Mas Blok A-13, Jalan Walet IV No 18, Cileungsi Bogor, menawarkan sistem jebol / bedol kandang indukan yang sedang berproduksi.
Reputasi Om Sukardi sebagai penangkar sukses jalak bali tak perlu diragukan lagi, apalagi saat ini dia juga dipercaya menjadi ketua Paguyuban Penangkar Jalak Bali (PPJB).
“Jebol kandang bukanlah jalan pintas, tetapi cara praktis bagi pemula untuk mengawali karirnya sebagai penangkar jalak bali. Jika sudah bisa merasakan sekali proses produksi, lama-lama akan menguasi seluk-beluk penangkaran jalak bali,” kata Om Sukardi.

penangkar jalak bali
Sukardi, ketua Paguyuban Penangkar Jalak Bali (PPJB).
—
Dengan cara membeli pasangan indukan yang sudah siap produksi. Memang harga indukan yang sudah siap, terbilang masih mahal, di atas 25 juta hingga Rp 30 juta sepasang.
Menurut dia, cara ini lebih aman. Sebab kedua burung memang sudah berjodoh, siap kawin, dan sudah berpengalaman produksi. Hanya diperlukan adaptasi terhadap lingkungan baru saja. Itu pun tidak membutuhkan waktu lama.
Berdasarkan pengalamannya selama ini, semua pasangan indukan hasil jebol kandang dari Kere Ayem selalu berproduksi di tangan para pembeli.
”Pembeli bisa membuktikan apakah pasangan indukan itu produktif atau tidak. Hal ini bisa dilihat saat panen anakan. Sebab, sebelum membeli, calon pembeli akan melihat langsung pasangan indukan itu saat kami memanen anakan,” kata Om Sukardi.

Apabila sudah berproduksi di tempat baru, atau di kediaman pembeli, dibutuhkan kesabaran setelah anakan dipanen. Jika dirawat sejak piyikan, penangkar harus telaten dalam memberikan makanan. Detail mengenai pemberian makanan untuk anakan jalak bali bisa dilihat kembali dalam artikel

Merawat piyikan jalak bali sampai umur jual.
anakan jalak bali
Anakan jalak bali siap dipanen atau diangkat dar sarangnya.
—
anakan jalak bali
Usai dipanen, anakan jalak bali disimpan dalam inkubator.
—
Apabila anakan sudah bisa makan sendiri, dan Anda ingin menjadikannya sebagai calon indukan, maka pada umur 2 bulan mereka bisa ditempatkan dalam kandang kolini. Tetapi jangan memasukkan burung yang umurnya terpaut jauh dalam kandang koloni, karena burung yang lebih muda akan kalah dalam kompetisi mendapatkan makanan.

Pemeliharaan dalam kandang koloni berdasarkan umur burung bisa diteruskan sampai dewasa, sekaligus bisa dijadikan ajang seleksi calon indukan. Biasanya menjelang dewasa, burung jantan akan menemukan betina yang menjadi pasangannya.

Setiap burung akan menemukan jodoh masing-masing. Burung yang berjodoh bisa dilihat dari keberadaan mereka yang selalu berduaan, terutama pada malam hari. Jika ada burung lain yang mendekat, jalak bali jantan akan mengusirnya.

“Kalau sudah kelihatan berduaan terus-menerus, dan tidak mau diganggu, itu sudah pasti burung berjodoh. Kalau sudah berjodoh, pisahkan mereka dari kandang koloni, kemudian dipindah ke kandang penangkaran tersendiri,” kata Om Sukardi.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu repot-repot menjodohkan burung. Adapun kandang penangkaran hanya diisi satu pasangan saja. Bagaimana konstruksi dan ukuran ideal kandang penangkaran jalak bali, silakan lihat kembali artikelnya di sini. Adapun untuk perawatan harian, termasuk masalah pakan, bisa dilihat di sini.

Beberapa tenggeran dalam kandang penangkaran jalak bali.
Kandang koloni diisi beberapa ekor jalak bali dengan umur yang sepadan.
—
Secara ekonomis, penangkaran jalak bali jauh lebih menguntungkan daripada jenis burung lainnya, termasuk murai batu, lovebird, dan kenari. Pasalnya, harga sepasang anakan umur 2-4 bulan saja sudah mencapai 9 juta. Adapun harga dua ekor anakan murai batu berkualitas umumnya hanya sekitar Rp 6 juta.
Jika Anda menjual jalak bali umur 1 tahun, harga langsung melejit menjadi Rp 17 juta per pasang. Berikut ini daftar harga rata-rata jalak bali di Indonesia dalam berbagai kelompok umur.
UMUR KONDISI KISARAN HARGA
2-4 bulan sudah makan sendiri Rp 9 juta / pasang
1 tahun belum berjodoh Rp 17 juta / pasang
Indukan sudah berjodoh Rp 25 juta / pasang
Indukan sedang produksi Rp 30 juta / pasang
—
Saat ini Kere Ayem BF memiliki stok jalak bali untuk keempat kelompok umur di atas. Jadi, silakan tentukan pilihan Anda sendiri, apakah ingin membeli anakan, burung dewasa, indukan berjodoh, atau langsung jebol kandang indukan yang sedang berproduksi.
jalak bali albino
Harga anakan jalak bali albino mencapai Rp 70 juta per pasang. Wooow !!!
—
Bahkan, Om Sukardi juga sukses menangkar jalak bali albino, dengan ciri-ciri semua bulu berwarna putih salju (kecuali alisnya yang biru muda), mata merah, paruh dan kedua kakinya putih. Jika Anda bisa mengembangkan jalak bali albino, siap-siaplah menjadi jutawan, karena harga anakan per pasang saat ini mencapai Rp 70 juta!!! (d’one)
Informasi dan Konsultasi

Om Sukardi / Kere Ayem Bird Farm

Perumahan Griya Kenari Mas Blok A-13 Jl Walet IV No. 18, Cileungsi Bogor.

Contact person 0813 1089 7799 / 081 2962 1738

Semoga bermanfaat.

sumber:  http://omkicau.com/2013/05/25/jebol-kandang-cara-praktis-mengawali-penangkaran-burung-jalak-bali/
Sunday, June 22, 2014 | 0 comments | Read More

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang


Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm[1], dari suku Sturnidae. Ia turut dikenali sebagai Curik Ketimbang Jalak.[2] Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jala
k Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak Bali.

Jalak Bali dinilai statusnya sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix

Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_bali
Sunday, June 22, 2014 | 0 comments | Read More

Sekilas penangkaran beo dan Tip melatih bicara

Di poskan oleh Unknown Pada hari Wednesday, 18 June 2014 | Wednesday, June 18, 2014

Bagi yang ingin menangkaran burung beo, sediakan kandang aviary ukuran medium (misalnya panjang 100 cm, lebar 100 cm, tinggi 200 cm). Bisa juga menyesuaikan dengan ukuran kawat kassa (90 cm x 90 cm x 180 cm). Sediakan beberapa ranting pohon di dalam kandang penangkaran.

Di habitat aslinya, sepasang beo akan bersarang di lubang pepohonan dengan ketinggian 10 – 40 meter dari permukaan tanah. Tetapi di dalam penangkaran, Anda bisa menyediakan glodok sarang yang digantung di posisi yang tinggi. Jangan lupa menyediakan beberapa bahan penyuun sarang seperti daun kering, serat kelapa atau nenas, ranting, daun cemara, rumput kering, jerami dan serat rami.

Beo betina akan bertelur sebanyak 2-4 butir, berwarna hijau kebiruan dengan bintik-bintik kecokelatan. Induk jantan dan betina mengerami telurnya secara bergantian selama 14-15 hari. Setelah menetas pun, pasangan ini secara bergantian meloloh anak-anaknya hingga piyikan berumur 25 – 28 hari.
Tip melatih bicara

Hampir semua binatang peliharaan memerlukan perhatian dan kasih sayang dari majikannya. Demikian pula dengan beo. Apabila kita sering berinteraksi, termasuk aktif melatihnya bicara, maka beo pun akan menuruti apa kemauan kita. Sebaliknya jika kita abai terhadapnya, beo sepintar apapun sulit untuk dilatih bicara.

Selain kasih sayang, kesabaran juga menjadi modal utama dalam melatih beo bicara. Ya, seperti kalau kita mengasuh anak atau keponakan yang masih balita, diperlukan kesabaran untuk memberinya pengertian.

Latihan yang diberikan kepada beo, baik pada anakan beo maupun beo dewasa, mesti dilakukan secara bertahap. Tidak usah membuat target waktu tertentu, karena justru akan menjadi beban bagi Anda yang mengganggu semangat Anda dalam melatih.

Perasaan kecewa juga dapat menimpa beo yang punya perasaan sensitif. Siapa tahu ketidaktaatan pada perintah Anda adalah reaksi kekkecewaannya terhadap sikap Anda sendiri. Secerdas apapun beo, dia tetap tidak bisa dan tidak boleh disamakan dengan anak kecil yang dalam suatu periode waktu tertentu sudah dapat berbicara (inilah salah satu bukti bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna).

Latihan juga harus dilakukan secara konsisten dan disertai dengan ketulusan. Setiap perkataan atau frase yang diajarkan harus ditunjang oleh arti atau tanda yang dapat membedakannya dari perkataan yang lain.

Sebagai contoh, saat matahari terbit secara rutin dan berulang-ulang, ajarilah burung beo untuk mengucapkan “selamat pagi”. Sebaliknya, ketika matahari mulai terbenam, ucapkan “selamat malam” kepadanya. Dari perbedaan waktu antara pagi dan malam itulah si burung akan menyadari makna dari kedua perkataan tersebut.

Demikian pula ketika Anda mau pergi, atau justru ketika baru pulang ke rumah. Kalau Anda ingin beo bisa beruluk salam “assalaamu ‘alaikum”, maka ketika pulang ke rumah atau mau pamit keluar rumah, ucapkan kalimat tersebut. Beo akan merekam dalam memorinya, bahwa orang yang mau pergi atau barusan pulang akan mengucapkan kalimat tersebut.

Yang penting diingat, jangan memberikan materi secara berlebihan, karena membuat memorinya kehilangan kemampuan untuk merekam sebagian atau bahkan semua materi yang diajarkan. Dalam sehari, idealnya cukup 1-2 kosakata saja.

Selain itu, ucapkan kosakata hanya berkaitan dengan apa yang dilihat burung saja. Jika tidak, sebaiknya tidak mengucapkan kosakata lain: Contoh:

  • Katakan “mandi dulu!” saat beo akan mandi / dimandikan, dan jangan mengatakan kata itu apabila tidak akan dimandikan.
  • Katakan “bos, ada tamu” pada saat Anda kedatangan tamu. Jika tidak ada tamu, ya jangan katakan frase tersebut.
  • Katakan “sepi sekali” apabila tidak ada orang.
  • Katakan “mau brokoli?” saat beo dikasih makan brokoli. Apabila dia tak mau makan dan makanan tersebut dikeluarkan lagi, katakan “tidak mau”.

Sebelum beo benar-benar mahir bicara, sebaiknya jangan terlalu sering bercanda yang berpotensi mengacaukan memorinya. Misalnya, Anda menawarkan makanan tapi tidak pernah diberikan kepada beo.

Satu hal lagi, jangan membiasakan melatih beo dengan kata-kata yang jorok. Karena jika sudah mahir, orang lain yang mendengar pasti tahu kalau Anda suka bicara jorok (he..he..).

Sumber; http://omkicau.com/2012/12/16/asyiknya-membeo-memelihara-beo/
Wednesday, June 18, 2014 | 0 comments | Read More

Perawatan harian burung beo

Perawatan harian

Makanan kesukaan beo antara lain buah-buahan, serangga (jangkrik, belalang), ulat jerman, dan sebagainya. Sedangkan makanan utamanya berupa voer yang berbutir besar.

Sediakan air minum yang bersih dan matang. Untuk menjaga kondisinya tetap prima, biasakan mengkonsumsi multivitamin, minimal 1-2 kali dalam seminggu. Banyak kok multivitamin untuk burung yang beredar di pasaran, misalnya BirdVit.

Kebersihan kandang juga harus selalu dijaga, agar terbebas dari cemaran amonia dari kotorannya sendiri, tungau, kutu, semut, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya (cek di sini untuk mengatasi gangguan kutu dan parasit pada beo).

Usahakan beo setiap hari mandi (bukan dimandikan). Caranya, masukkan bak / karamba mandi berisi air ke dalam kandang. Biarkan burung mandi kapanpun ia mau. Setiap pagi, setidaknya dalam rentang waktu pukul 07.00 – 10.00, beo memperoleh sinar matahari untuk memperoleh asupan provitamin D yang membantu pertumbuhan tulangnya serta menekan potensi berbagai jenis penyakit.

Sumber; http://omkicau.com/2012/12/16/asyiknya-membeo-memelihara-beo/
Wednesday, June 18, 2014 | 0 comments | Read More

Perilaku dan kebiasaan burung beo

Beo termasuk burung yang mudah jinak dan cepat akrab dengan manusia. Rasa ingin tahunya sangat besar menjadi salah satu sebab mengapa ia mudah bersahabat dengan manusia, terutama yang memeliharanya.

Burung cerdas ini juga senang diperhatikan. Kalau sudah jinak, dan tidak berada di kandang, ia akan senang bertengger di pundak majikannya. Bahkan, kalau sedang kesepian di rumah, Anda bisa bercanda dengan si beo sambil mengucapkan kosakata tertentu, yang terkadang membuat kita tertawa terbahak-bahak.


Usahakan memelihara sejak kecil

Jika ingin membeli beo, usahakan memilih yang masih anakan, atau setidaknya masih berumur muda. Boleh jantan atau betina, karena kepintaran dan kemampuan burung ini dalam menerima pelatihan tidak tergantung dari jenis kelamin.

Kalau membeli dari penangkar, mungkin Anda berkesempatan memilih anakan yang masih diloloh induknya. Jadi begitu membeli, Anda setiap hari mesti meloloh anakan beo sambil melatihnya bicara. Secara alami akan terbangun hubungan batin, apalagi burung muda menyimpan segala peristiwa dalam memorinya jauh lebih baik daripada burung dewasa.

Setiap meloloh, kita memasukkan 1-2 kosakata baru. Dengan cara ini, anakan beo sudah mulai bisa berbicara sepatah dua kata dalam waktu 1-2 bulan. Uraian lebih lanjut bisa dilihat pada Tips melatih bicara di bagian bawah halaman ini.

Sumber; http://omkicau.com/2012/12/16/asyiknya-membeo-memelihara-beo/
Wednesday, June 18, 2014 | 0 comments | Read More

Jenis Burung Murai Batu Nias Diambang Kepunahan

Jenis burung Murai Batu Nias

Wajib di ketahui nih buat para pecinta burung, ternyata Jenis Burung Murai Batu Nias Diambang Kepunahan jadi populasi jenis burung ini sudah tidak terkendali lagi dan itu semua akibat ulah kita juga, jadi sebagai penyayang binatang, wajib dan pantas jika kita mau peduli dan memperhatikan nya.

Di Negara kita Indonesia ini banyak terdapat jenis burung murai batu seperti murai batu medan, sumatra, nias dll, tapi sayang akibat pemburuan liar dan penebangan hutan sehingga banyak satwa yang kehidupan nya terancam punah seperti jenis burung murai batu nias ini.

Burung murai batu nias ini memang jadi pemburuan yang paling di utamakan oleh para penggemar burung baik itu untuk di pelihara maupun untuk di perjual belikan karena di sebut-sebut burung murai batu nias ini adalah raja nya dari semua burung murai batu yang ada di Indonesia.

Memang murai batu nias ini sudah sangat mendunia sekali karena mempunyai suara yang tidak di ragukan lagi, dan harga dari burung murai batu nias ini juga tidak main-main yaitu bisa mencapai 5 juta per ekor nya sehingga tidak heran jika pemburuan besar-besaran pun dilakukakan, tapi sayang efek nya sangat buruk sekali, kini burung murai batu yang biasa kita temukan di hutan Sumatra Utara ini sudah tidak terlihat lagi.

Memang begitu banyak keunggulan-keunggulan yang di miliki oleh jenis burung murai batu nias ini, selain mempunyai kualitas suara yang mantap, murai batu nias ini juga sangat pintar dan ganpang sekali menagkap dan meniru suara-suara burung lain selain itu murai batu nias ini tidak mudah stres jadi gampang untuk di pelihara.

Sekedar mengingatkan saja, jenis murai batu ini polulasi nya sudah terancam, jadi kalaupun kita memeliharanya sebaik nya pikirkan juga tentang populasinya yah paling tidak kita bisa melakukan penangkaran lah yang bisa memperatahankan polpulasinya atau bisa juga dengan beternak murai batu nias sebagai ladang usaha kita, paling tidak semua orang yang mencari burung murai batu nias itu tidak mengambil nya dari alam tapi dari hasil penangkaran gitu,, jadi populasi burung murai batu nias bisa tetap terpelihara.

Sumber: http://hewan.co/jenis-burung-murai-batu-nias-diambang-kepunahan.html
Wednesday, June 18, 2014 | 0 comments | Read More

Peluang penangkaran burung saat ini dan masa mendatang

Di poskan oleh Unknown Pada hari Tuesday, 17 June 2014 | Tuesday, June 17, 2014

Banyak pertanyaan kepada saya tentang prospek penangkaran burung. Yang paling banyak ditanyakan selama ini adalah penangkaran burung murai batu, lovebird, jalak suren, cucakrowo, dan jalak bali.

Dalam kesempatan ini, saya akan menulis mengenai prospek budidaya atau penangkaran burung dimulai dengan penangkaran burung murai batu. Dan selanjutnya akan saya tulis secara berturutan tentang penangkaran burung jenis lainnya.

Untuk penangkaran burung murai batu, menurut saya masih sangat bagus prospeknya. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal.

1. Pasokan menipis

Burung tangkapan hutan semakin menipis jumlahnya. Di alam, secara umum memang sudah mulai langka, baik karena penangkapan ataupun juga semakin berkurangnya lahan/habitat murai batu karena pembabatan hutan ataupun kebakaran.

Penyebab lain, munculnya pelarangan penangkapan dan jual beli burung murai batu, khususnya dibawa ke luar wilayah, di propinsi-propinsi tertentu yang selama ini terkenal sebagai wilayah penghasil burung murai batu.

2. Daya tarik murai batu

Secara gaya dan suara, burung murai batu termasuk salah satu burung favorit karena dia mau berbunyi setiap saat dengan gaya tarian yang khas. Orang akan lebih mudah mendapat response burung murai batu ketika menggodanya dibandingkan dengan ketika menggoda burung anis kembang atau anis merah misalnya.

3. Burung hasil penangkaran mudah ditangani

Burung tangkapan hutan, secara umum relatif lama untuk segera bisa gacor. Sebab sebagaimana sering saya sebutkan, burung sehat pasti bunyi. Sehat dalam kaitan burung tangkapan hutan adalah “kesehatan psikis”-nya yang sering lama untuk membuatnya bisa benar-benar prima. Perlu waktu bahkan sering harus melalui sekali masa mabung dulu untuk membuat burung tangkapan hutan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan manusia (tidak takut dan gerabakan lagi berada di tengah-tengah keramaian).

Burung murai batu hasil penangkaran lebih cepat bunyi dan perawatannya pun relatif lebih mudah karena dia tidak memerlukan adaptasi berada di lingkungan manusia. Burung murai hasil penangkaran yang masih trotol saja biasanya sudah mulai ngeriwik dan ngeplong. Pada usia 9-10 bulan, burung murai batu sudah bisa diajak main-main ke arena latberan atau lomba.

Juga, burung murai batu hasil penangkaran lebih mudah dimaster sesuai dengan keinginan pemilik, apalagi kalau memasternya sudah sejak burung trotol atau bisa makan sendiri. Dengan pemasteran yang benar, burung bisa menyuarakan suara seperti yang kita inginkan.

4. Lomba yang kondusif

Para event organizer lomba saat ini mulai banyak yang membuka kelas ring atau kelas burung hasil penangkaran. Terlepas dari adanya burung ring bodong (burung tangkapan hutan yang diberi ring agar bisa ikut kelas burung hasil penangkaran), pembukaan kelas ring semakin memotivasi penghobi burung untuk memiliki burung hasil penangkaran.

Dengan beberapa alasan yang saya sampaikan di atas, maka menurut perkiraan saya, prospek penangkaran burung murai batu masih sangat bagus. Baik di waktu dekat-dekat ini maupun dalam jangka panjang di masa mendatang nantinya.

Sumber Artikel: http://omkicau.com/2011/04/07/murai-batu-peluang-penangkaran-burung-saat-ini-dan-masa-mendatang-1/
Tuesday, June 17, 2014 | 0 comments | Read More

Kenapa telor murai batu tidak bisa menetas?

Setelah proses penjodohan murai batu berhasil, biasanya murai batu akan menyusun sarang dan akan bertelor sebanyak 2 hingga 4 butir. Masing-masing indukan berbeda-beda dalam jumlah telur yang di hasilkan. Yang paling umum, murai batu akan bertelor sebanyak 3 butir. Begitupun juga nanti tingkat keberhasilan menetasnya. Ada yang menetas satu ekor, dua ekor atau kadang-kadang tiga ekor. Akan tetapi, terkadang semua itu tidak berjalan mulus. Kendala yang sering di hadapi oleh peternak adalah telor yang tidak menetas walaupun sudah di erami sang indukan di kandang penangkaran. Kenapa telor sampai tidak menetas? Berikut ada sebab-sebab yang saya analisis menurut pengalaman saya:

Ada banyak penyebab kenapa telor indukan murai batu kosong atau tidak berhasil menetas.
Tidak ada pejantan

Jika indukan betina sudah cukup umur, tak jarang ada juga yang membuat sarang dan bertelur walaupun tanpa indukan jantan. Dan hal seperti inilah yang membuat telur tidak akan menetas walaupun di erami beberapa lama.

Cuaca Panas

Indukan yang mengeram akan sering turun jika merasa kurang nyaman. Akhirnya, proses pengeraman kurang begitu menetas yang akhirnya membuat telur tidak bisa menetas. Hal ini bisa di siasati dengan menjaga agar kondisi kandang penangkaran selalu dingin dan sejuk. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara menyiram rutin dasar kandang dengan air. Cara yang kedua sedikit lebih ribet dan mungkin membutuhkan biaya yang lebih besar, yaitu dengan cara membuat hujan buatan. Hujan buatan ini bisa di buat dengan cara mengalirkan air di atap kandang seperti hujan biasanya. Teknisnya memang bisa bermacam-macam, tapi saran saya sesuaikan dengan kondisi kandang dan sumber daya yang ada.

Kekurangan pakan

mungkin secara naluriah atau bagaimana, indukan yang merasa kekurangan pakan saat mengeram bisa membuang telur ke bawah karena pakan yang di berikan kurang. Tak jarang, ada juga indukan yang memakan telurnya. A

Hal-hal seperti itulah yang menurut saya yang mengakibatkan telor tidak menetas. Dan mungkin saya berharap ada yang mau menambahkan komentar dan pendapatnya di sini sehingga semua bisa belajar menangkar murai batu.

Sumber Artikel; http://refreshindonesia.com/muraibatu/?p=2041
Tuesday, June 17, 2014 | 0 comments | Read More

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *