Google Yahoo Msn

Seputar Cara ternak burung beo nias

Di poskan oleh Unknown Pada hari Sunday, 22 June 2014 | Sunday, June 22, 2014

Bagi seorang kicau mania, memelihara burung sebagai hewan peliharaan memang sangat menyenangkan yaitu sebagai penyalur hobi. Ternyata tidak hanya itu saja ternak burung juga dapat dijadikan hobi selain itu dapat mendatangkan keuntungan sebagai penghasilan. Untuk ternak burung beo memang susah-susah gampang, artinya dengan sedikit kesabaran, ketelatenan dan kemauannya setiap orang pasti dapat melakukannya. Dan selain itu untuk pemberian pakannya tidak terlalu merepotkan karena hanya dua kali sehari. Tak heran bila banyak peternak yang sukses menternakkan burung beo di rumahnya. Sebut saja Solo, Klaten, dan Yogyakarta menjadi sentra para peternak burung beo.

Cara Menjodohkan
Sebelum di masukkan ke kandang penangkaran perlu diadakan proses penjodohan dulu agar tidak terjadi perkelahian yang dapat berakibat fatal yaitu burung yang kalah akan mati. Dalam proses ini burung jantan dan betina kita dekatkan selama kurang lebih 1 minggu. Hal ini dimaksudkan agar burung tersebut bisa saling mengenal. Tanda-tanda untuk burung yang sudah jodoh dapat dilihat pada saat burung tersebut tidur, yaitu berdampingan pada saat tidur. Jika sudah terlihat jodoh yaitu tidur berdampingan kedua burung tersebut siap untuk dimasukkan ke dalam kandang penangkaran sebaiknya pada sore hari. Setelah dimasukkan di kandang penangkaran jangan langsung ditinggal, ditunggu dulu kurang lebih selama satu jam untuk memastikan apakah burung tersebut benar- benar jodoh.

Kandang Penangkaran
Kandang untuk ternak beo yang ideal adalah 1m x 2m tinggi 2m. Di dalam kandang di beri tanaman agar kelihatan alami sehingga burung akan merasa nyaman berada di kandang. Tempat mandi juga harus disediakan karena burung beo termasuk burung yang suka mandi. Untuk tempat sarang juga harus disediakan kotak terbuat dari kayu dengan ukuran 40cm x 30cm tinggi 30cm dan diberi lubang untuk keluar masuk burung. Di dasar kandang perlu disediakan bahan untuk sarang biasanya yang sering digunakan adalah daun pinus kering.
Burung beo siap dikawinkan pada umur 10-12 bulan. Idealnya untuk betina yang baik disyaratkan berumur setahun sedangkan untuk jantan 1,5-2 tahun. Umumnya untuk betina lebih cepat dewasa dibandingkan jenis janta. Setiap Perkawinan, sepasang beo bertelur sebanyak 3-4 butir. Telur menetas selama 14 hari setelah dierami induknya.

Tips perawatan burung beo
Beo termasuk burung yang cerdas dan sering dipelihara di rumah. Usia burung ini bisa mencapai lebih dari 75 tahun jika mendapatkan perawatan yang baik.
Perawatan burung yang salah hanya akan membuat burung ini menjadi stres yang dapat membuat burung menjadi sakit yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kematian.
Maka dari itu anda harus merawat burung beo anda dengan baik agar burung beo anda tetap sehat dan terhindar dari stres. Anda bisa menjadi teman yang baik bagi burung beo karena pada dasarnya burung ini mudah merasa bosan jika hanya hidup sendiri.

Berikut ini adalah tips merawat burung beo, yaitu :
  • Sangkar burung beo harus dibersihkan secara teratur dan sebaiknya dilakukan setiap hari.
  • Bersihkan kotoran dari kandang burung beo. Kotoran bisa berupa sisa-sisa makanan atau burung beo yang mengalami kerontokan.
  • Beri burung beo makan dua kali dan beri air segar satu kali dalam sehari.
  • Setiap jenis burung beo memiliki pilihan makanan yang tidak sama, maka anda harus mengetahui pakan yang paling tepat untuk beo anda.
  • Burung beo sangat suka bermain, maka dari itu sediakan mainan-mainan untuk beo peliharaan anda dan bermainlah dengannya.
  • Jika burung beo tidak diberi mainan burung ini akan mudah menjadi stres dan biasanya gejala stres yang ditunjukkan adalah dengan mencabuti bulunya sendiri.

Tips Membersihkan Kandang Beo

  • Beo umumnya menghasilkan zat seperti tepung yang akan mengotori kandang. Jika anda ingin membersihkan kandang burung beo, sebaiknya gunakan handuk basah.
  • Setiap satu minggu sekali bersihkan kandang burung beo secara menyeluruh. Selama pembersihan kandang sebaiknya burung beo dipindahkan ke tempat lain.
  • Pembersihan kandang bisa dilakukan dengan menggunakan campuran 50:50 air bersih dan pemutih. Pemutih juga bisa diganti dengan sabun colek.
  • Bilas pembersih secara menyeluruh dan keringkan kandang sebelum kembali memindahkan beo ke dalamnya.
  • Setiap satu minggu sekali sebaiknya bersihkan mangkuk air dan makanan secara menyeluruh.

Tips Pemberian Pakan Burung Beo

  • Jangan terlalu sering memberi pakan yang terdiri dari biji-bijian karena burung beo anda bisa menjadi gemuk. Sebaiknya makanan yang bervariasi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan segar.
  • Anda bisa memberi makan berupa buah dan sayur yang dipotong dengan ukuran sekitar 1 cm.
  • Anda bisa membuat variasikan penyajian makanan supaya burung beo tidak bosan. Anda bisa mencoba untuk menggantung sayuran segar di dalam kandangnya. Dengan ini burung beo anda akan mendapatkan makanan yang sehat sekaligus mainan baru.
  • Burung beo juga bisa diberi pakan berupa roti. Roti juga bisa diberi variasi resep agar burung tidak merasa bosan dengan makanan ini. Anda bisa membuat variasi resep sesuai dengan keinginan anda atau cobalah untuk mencari resepnya di buku resep atau internet.

Tips Bermain dengan Beo

  • Burung beo adalah burung yang mudah stres, butuh hiburan, dan butuh teman. Maka dari itu usahakanlah untuk bermain dengan burung beo anda setiap hari.
  • Burung beo dikenal memiliki sifat sosial dan burung yang cerdas. Usahakan untuk menaruh banyak mainan di dalam kandang burung beo. Hal ini akan membuat burung beo menjadi sibuk dengan mainannya dan mencegah burung anda menjadi stres.
  • Anda bisa menyediakan mainan yang terbuat dari kayu dengan membaut sendiri atau membeli. Kemungkinan burung beo akan mengunyah mainan ini dan akan menjadikannya sibuk dengan mainan barunya. Anda juga bisa memberikan mainan berupa balok kayu dengan ukuran 12 x 12 x 5 cm.
Tips Tambahan

  • Burung beo yang merasa kesepian, tidak punya mainan dan tidak pernah diajak bermain akan merasa bosan dan kemungkinan besar akan mencabuti bulunya sendiri.
  • Tidak semua orang cocok memelihara beo maka dari itu pastikan bahwa orang-orang di sekitar anda mau menerima kehadiran burung ini. Selain itu anda juga harus memastikan bahwa keluarga anda juga mau menerima kehadiran burung ini.
  • Anda bisa melakukan riset kecil untuk menentukan jenis burung beo yang anda sukai.
  • Memelihara beo membutuhkan komitmen jangka panjang dan perhatian sepenuhnya. Jika sebelumnya anda sudah memelihara anjing, kucing, atau hewan lainnya, mungkin anda harus berpikir lagi untuk memutuskan memelihara beo. Hewan peliharaan lain dan burung beo bisa hidup bersama, tetapi anda harus tetap mengawasinya agar tidak saling melukai atau saling menyerang.
  • Jika anda memiliki anak yang masih kecil maka pertimbangkan kembali untuk memelihara beo. Anak kecil cenderung banyak bergerak dan bersuara keras atau berteriak ketika bermain. Hal tersebut tentu normal buat anak tetapi dapat membuat burung beo ketakutan.
  • Burung beo yang akan anda pelihara mungkin tidak benar-benar jinak. Beo bisa menggigit Anda. Jadi, bersiaplah untuk digigit dan menyediakan kotak P3K.

sumber : http://beoburung.blogspot.com/2013/09/cara-beternak-burung-beo.html
Sunday, June 22, 2014 | 3 comments | Read More

Pengelolaan pakan jalak bali di penangkaran

PENGELOLAAN PAKAN JALAK BALI (Leucopsar rothscildi)

DI PENANGKARAN

Marwa Prinando, Seruni Diah Kerta Wiji, Muthia Sri Rahayu

R. Faid Abdul Manan, Rinnai Rustina Rinjani

*Mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata

Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor

ditulis April 2010



I. PENDAHULUAN

Jalak tergolong jenis burung berkicau. Di dunia dikenal lebih dari seratus jenis jalak. Sepintas, fisik jalak tidak berbebe dengan beo karena jenis burung tersebut satu famili. Di alam jalak hidup di semak-semak, sawah-sawah, dan di rumpun bambu secara bergerombol. Burung ini lebih suka berkoloni, mengceh bersama, kemudian terbang bersama pula (Sugino 1999).

Jalak bali (Leucopsar rothscildi) sebagai satwa langka yang merupakan salah satu makhluk tersisa penghuni bumi, saat ini secara hidupan liar populasinya berada pada kondisi menghawatirkan, keberadaannya cenderung mengarah pada situasi terancam bahaya punah. Data terakhir pada Desember 2006 populasi dialam liar tercatat hanya tersisa sebanyak 6 ekor (TNBB 2010) . Padahal mahkluk yang satu ini memperoleh perhatian cukup serius dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu dengan ditetapkannya makhluk tersebut sebagai satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. Perlindungan hukum untuk menyelamatkan satwa tersebut ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 421/Kpts/Um/8/1970 tanggal 26 Agustus 1970. dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Jalak Bali terdaftar pada Apendix I, yaitu kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan.

Terancamnya populasi jalak bali di alam menyebabkan perlu adanya upaya konservasi agar keberadaan jalak bali di alam tetap lestari. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan penangkaran atau konservasi eksitu. Dalam melakukan konservasi satwa yang perlu diperhatikan adalah kesejahteraan satwa, yang meliputi keamanan dan kenyamanan datri faktor stress, gangguan dari luar dan makanan. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengelolaan aspek-aspek tersebut, terutama aspek pengelolaan pakan dalam penangkaran atau konservasi eksitu lainnya,

Kebun binatang Surabaya merupakan salah satu dari model konservasi eksitu. Satwa yang ada di kebun binatang ini beragam, dari kelasa mamalia, reptilia, dan aves. Salah satu dari sekian banyak jenis satwa tersebut adalah jalak bali (Leucopsar rothscildi). Aspek pengelolaan yang ada di kebun binatang ini pun beragam, mulai dari pengelolaan habitat buatan, kandang hingga pakan. Khusus untuk tulisan ini yang akan dibahas adalah tentang pengelolaan pakan yang ada di kebun binatang surabaya ini.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menguraikan aspek pengelolaan pakan jalak bali yang ada di Kebun Binatang Surabaya.


II. PEMBAHASAN

2.1 Pakan jalak bali di alam

Di alam, jalak bali dapat ditemukan di hutan dan semak belukar. Pakan burung ini di habitat aslinya, yaitu berupa serangga, cacing dan jangkrik (Sugino 1999). Selain pakan berupa hewan, jalak bali pun memanfaatkan tumbuhan sebagai pakannya. Tumbuhan-tumbuhan tersebut, antaralain juwet (Zizygium cumini), sotong/jambu (Psidium guajava) dan pisang (Musa paradisica) (Ginantra dkk 2009).

Berbeda dengan burung yang masih hidup di alam, burung yang hidup di penangkaran tidak dapat mencarai makanannya sendiri karena ruang gerak yang dibatasi oleh sangkar atau kandang. Kebutuhan pakan burung di penangkaran tergantung pada pemeliharanya. Pakan burung dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pakan alami, pakan buatan dan pakan pelengkap (Soemadi dan Mutholib 2003). Pakan alami adalah berbagai jenis bahan makanan yang secara alami biasa diperoleh secara bebas di alam. Jenis pakan ini dapat berupa serangga, ulat, cacing, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Pakan buatan adalah bahan makanan yang dibuat dan diramu untuk melengkapi kebutuhan pakan burung, biasanya berbentuk pellet. Sedangkan pakan pelengkap adalah pakan yang diberikan untuk melengkapi kekurangan gizi makanan lain, terutama dalam hal kandungan vitamin dan mineral. Contoh pakan pelengkap, yaitu tepung ikan, tepung tulang dan tepung daging (Soemadi dan Mutholib 2003).

2.2 Jenis, cara pemberian dan pengadaan serta pembuatan ransum harian jalak bali

Pakan yang diberikan pada jalak bali di penangkaran Kebun Binatang Surabaya terdiri dari campuran pepaya, pisang dan kroto (telur dan larva semut), makanan ayam berupa pellet (butiran) PAR S 512 dan ulat gandum (meal worm). Sebelum disajikan, pepaya dan pisang terlebih dahulu dikuliti dan dipotong menjadi kecil dengan diameter kurang dari 0,5 cm dan dicampur dengan kroto. Sepasang jalak bali diberikan sekitar 150 g per hari campuran tersebut. Ulat gandum diberikan sekitar 40-50 ekor per hari dan pellet hanya diberikan secukupnya. Pakan diberikan dengan dimasukkan ke tempat yang diikatkan pada pokok tanaman tempat bertengger.

Selain pakan utama, jalak bali di penangkaran kebun binatang Surabaya pun diberikan multi-vitamin khusus burung berkicau, yaitu labro anti-cekaman yang mengandung 12 macam vitamin dan 5 macam mikro mineral. pemberian multi-vitamin ini dicampurkan dengan air minum setiap dua minggu sekali.

Sebagai bahan perbandingan, pakan yang diberikan untuk jalak bali di penangkaran Taman Nasional Bali Barat terdiri dari makanan nabati, hewani dan makanan tambahan. Makanan yang termasuk kategori nabati yang diberikan pada jalak bali di penangkaran, yaitu pisang dan pepaya. Sedangkan untuk hewani terdiri dari ulat hongkong, belalang, jangkrik, dan kroto basah (telur semut). Jenis pakan pendukung lainnya yang disajikan yaitu jenis pakan olahan seperti kroto kristal kroto voer 521 dan kroto fancy food. Pakan tersebut disajikan 2 buah/ekor/hari untuk pisang, pepaya 2 iris/ekor/hari, ulat/kroto masing-masing 8 gram/ekor/hari dan serangga 2-4 ekor/hari/ekor.

Anonim (2010) membagi makanan jalak bali berdasarkan fase perkembangan hidupnya, yaitu

a. Makanan keseharian untuk dewasa, terdiri dari pisang, pepaya, makanan buatan pabrik, jangkrik, kroto dan ulat. Makanan tersebut diberikan secukupnya pagi dan sore. Jumlah jangkrik yang diberikan kira-kira 10 sampai 20 ekor pagi dan sore.

b. Makanan saat indukan birahi/siap kawin. Menu utama jalak bali saat fase ini adalah pepaya atau pisang, tetapi makanan buatan pabrik pun tetap diberikan. Sebaiknya makanan hewani lebih banyak diberikan karena makanan hewani yang mengandung protein tinggi dapat memacu birahi jalak bali.

c. Makanan saat indukan mengeram. Pada fase ini makanan pokok tetap diberikan, tetapi makanan berupa hewan dikurangi. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi birahi pada jantan yang biasanya mengakibatkan pembuangan telur atau anakan sebelum saatnya diambil.

d. Makanan saat penetasan. Pada fase ini makanan pokok maupun makanan hewan sebaiknya tidak terlambat diberikan. Hal tersebut dapat beakibat fatal karena dapat mengakibatkan pembuakan anakan.

2.3 Pengelolaan pakan secara umum di penangkaran

Pengelolaan pakan secara umum dilakukan di kandang. Dalam kandang, akan lebih baik jika posisi wadah pakan tepat, sehingga burung dapat dengan mudah memakan makanan yang ada di dalamnya. Wadah pakan untuk burung jalak bali lebih cocok terbuat dari plastik. Selain harganya relatif murah, bahan yang dipakai biasanya juga tembus pandang sehingga persediaan pakan dapat terlihat, dan wadah yang terbuat dari plastik juga tidak ada efek terhadap pakan burung tersebut.

Selain dari plastik, wadah pakan juga dapat dibuat dari porselen. Akan tetapi, kapasitas isinya hanya sedikit. Oleh karena itu, jika wadah pakan terbuat dari porselen harus sering diperiksa agar persediaan pakan di wadah cepat diketahui jika menjelang habis. Dengan demikian, burung tidak sampai kehabisan makanan.

Selain wadah pakan, terkadang dalam sangkar burung jalak ini juga dilengkapi dengan gantungan buah yang terbuat dari kawat. Kawat yang digunakan pada umumnya adalah kawat tembaga, sehingga tidak mudah berkarat. Pakan yang berupa buah dapat digantungkan ke sangkar dengan bantuan kawat ini. Wadah pakan dan gantungan buah tersebut umumnya diletakkan ditempat yang berbeda dan berdekatan dengan tenggeran. Pemberian pakan umunya dilakukan dua kali sehari yakni pada siang dan sore hari.


III. KESIMPULAN

Jenis pakan yang diberikan pada jalak bali di penangkaran Kebun Binatang Surabaya terdiri dari campuran pepaya, pisang dan kroto (telur dan larva semut), makanan ayam berupa pellet (butiran) PAR S 512 dan ulat gandum (meal worm). Cara penyajiannya yakni untuk pepaya dan pisang terlebih dahulu dikuliti dan dipotong menjadi kecil dengan diameter kurang dari 0,5 cm dan dicampur dengan kroto. Sepasang jalak bali diberikan sekitar 150 g per hari campuran tersebut pada waktu pagi dan sore hari. Ulat gandum diberikan sekitar 40-50 ekor per hari dan pellet hanya diberikan secukupnya. Cara pemberian pakan adalah memasukkan pakan ke tempat yang diikatkan pada pokok tanaman tempat bertengger. Selain pakan utama, jalak bali di penangkaran kebun binatang Surabaya pun diberikan multi-vitamin khusus burung berkicau, yaitu labro anti-cekaman yang mengandung 12 macam vitamin dan 5 macam mikro mineral. pemberian multi-vitamin ini dicampurkan dengan air minum setiap dua minggu sekali.

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim. 2010]. Teknik Penangkaran Jalak Bali. http://jalakbaliku.com. [25 Maret 2010].

Masyud B. 1992. Penampilan Reproduksi dan Karakteristik Genetik Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Ginantra IK, AAGR Dalem, SK Sudirga, IGNB Wirayudha. 2009. Jenis-jenis Tumbuhan Sebagai Sumber Pakan Jalak Bali (Leucopsar rothscildi) di Desa Ped, Nusa Pelida, Klungkung, Bali. Bumi Lestari 9(1), hlm.97-102.

Soemadi W, A Mutholib. 2003. Pakan Burung. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sugino. 1999. Sukses Memelihara Jalak Putih dan Jalak Suren. Jakarta: Penebar Swadaya.

[TNBB] Taman Nasional Bali Barat. 2009. Pengelolaan Penangkaran Jalak Bali (Leucopsar Rothscildi) Di Taman Nasional Bali Barat.www.google.co.id./jalak bali.htm. [25 Maret 2010].

sumber; http://marwa89.wordpress.com/2010/06/22/133/
Sunday, June 22, 2014 | 0 comments | Read More

Jebol kandang, cara praktis mengawali penangkaran burung jalak bali

Jalak bali (Leucopsar rothschildi)  yang semula nyaris punah, kini mulai memberikan harapan cerah, baik bagi upaya konservasi di alam liar maupun bagi penangkar swasta dan kolektor burung langka. Harganya yang mahal, sekitar Rp 9 juta / pasang anakan umur 2-4 bulan, membuat banyak orang berminat menangkar burung ini. Cara praktis mengawali breeding jalak bali adalah melakukan jebol kandang. Tetapi, adakah bird farm yang menawarkan sistem jebol / bedol kandang? Ada! Salah satunya Kere Ayem BF di Cileungsi, Bogor.

Sebelum memutuskan menjadi penangkar jalak bali, Anda harus faham bahwa burung ini termasuk salah satu jenis burung dilindungi di Indonesia, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Pemerintah memberikan persyaratan tertentu kepada siapapun yang ingin menangkar dan / atau memelihara burung jalak bali.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon penangkar adalah memperoleh izin penangkaran dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di masing-masing provinsi. Dengan mengantongi izin tersebut, Anda berhak melakukan penangkaran dan menjual sebagian hasil penangkaran tersebut kepada publik. Ketika ada transaksi pembelian, Anda harus menyertakan sertifikat mengenai database jalak bali yang dibeli (tanggal menetas, nama penangkaran, dan lain-lain).

Rombongan pejabat BKSDA Jawa Barat berkunjung ke Kere Ayem BF Cileungsi, Bogor.
Rombongan pejabat BKSDA Jawa Barat berkunjung ke Kere Ayem BF Cileungsi Bogor.
Oke, saya rasa persyaratan ini tidak terlalu berat. Yang lebih berat justru bagaimana Anda bisa konsisten dalam melakukan seluruh rangkaian kegiatan penangkaran, mulai dari penjodohan, masa produksi, pengelolaan anakan, dan pemasaran.

Bagi pemula, proses penjodohan jalak bali sering menjadi kendala terbesar. Berbulan-bulan merawat calon indukan, namun setelah dewasa burung enggan berjodoh. Tidak sedikit yang kemudian mencari indukan baru, bahkan tidak sedikit pula yang akhirnya menyerah dan melupakan impiannya menjadi penangkar jalak bali.

Untuk mengatasi kendala seperti inilah, Kere Ayem BF yang dikelola Om Sukardi di Perumahan Griya Kenari Mas Blok A-13, Jalan Walet IV No 18, Cileungsi Bogor, menawarkan sistem jebol / bedol kandang indukan yang sedang berproduksi.
Reputasi Om Sukardi sebagai penangkar sukses jalak bali tak perlu diragukan lagi, apalagi saat ini dia juga dipercaya menjadi ketua Paguyuban Penangkar Jalak Bali (PPJB).
“Jebol kandang bukanlah jalan pintas, tetapi cara praktis bagi pemula untuk mengawali karirnya sebagai penangkar jalak bali. Jika sudah bisa merasakan sekali proses produksi, lama-lama akan menguasi seluk-beluk penangkaran jalak bali,” kata Om Sukardi.

penangkar jalak bali
Sukardi, ketua Paguyuban Penangkar Jalak Bali (PPJB).
Dengan cara membeli pasangan indukan yang sudah siap produksi. Memang harga indukan yang sudah siap, terbilang masih mahal, di atas 25 juta hingga Rp 30 juta sepasang.
Menurut dia, cara ini lebih aman. Sebab kedua burung memang sudah berjodoh, siap kawin, dan sudah berpengalaman produksi. Hanya diperlukan adaptasi terhadap lingkungan baru saja. Itu pun tidak membutuhkan waktu lama.
Berdasarkan pengalamannya selama ini, semua pasangan indukan hasil jebol kandang dari Kere Ayem selalu berproduksi di tangan para pembeli.
”Pembeli bisa membuktikan apakah pasangan indukan itu produktif atau tidak. Hal ini bisa dilihat saat panen anakan. Sebab, sebelum membeli, calon pembeli akan melihat langsung pasangan indukan itu saat kami memanen anakan,” kata Om Sukardi.

Apabila sudah berproduksi di tempat baru, atau di kediaman pembeli, dibutuhkan kesabaran setelah anakan dipanen. Jika dirawat sejak piyikan, penangkar harus telaten dalam memberikan makanan. Detail mengenai pemberian makanan untuk anakan jalak bali bisa dilihat kembali dalam artikel

Merawat piyikan jalak bali sampai umur jual.
anakan jalak bali
Anakan jalak bali siap dipanen atau diangkat dar sarangnya.
anakan jalak bali
Usai dipanen, anakan jalak bali disimpan dalam inkubator.
Apabila anakan sudah bisa makan sendiri, dan Anda ingin menjadikannya sebagai calon indukan, maka pada umur 2 bulan mereka bisa ditempatkan dalam kandang kolini. Tetapi jangan memasukkan burung yang umurnya terpaut jauh dalam kandang koloni, karena burung yang lebih muda akan kalah dalam kompetisi mendapatkan makanan.

Pemeliharaan dalam kandang koloni berdasarkan umur burung bisa diteruskan sampai dewasa, sekaligus bisa dijadikan ajang seleksi calon indukan. Biasanya menjelang dewasa, burung jantan akan menemukan betina yang menjadi pasangannya.

Setiap burung akan menemukan jodoh masing-masing. Burung yang berjodoh bisa dilihat dari keberadaan mereka yang selalu berduaan, terutama pada malam hari. Jika ada burung lain yang mendekat, jalak bali jantan akan mengusirnya.

“Kalau sudah kelihatan berduaan terus-menerus, dan tidak mau diganggu, itu sudah pasti burung berjodoh. Kalau sudah berjodoh, pisahkan mereka dari kandang koloni, kemudian dipindah ke kandang penangkaran tersendiri,” kata Om Sukardi.

Dengan cara ini, Anda tidak perlu repot-repot menjodohkan burung. Adapun kandang penangkaran hanya diisi satu pasangan saja. Bagaimana konstruksi dan ukuran ideal kandang penangkaran jalak bali, silakan lihat kembali artikelnya di sini. Adapun untuk perawatan harian, termasuk masalah pakan, bisa dilihat di sini.

Beberapa tenggeran dalam kandang penangkaran jalak bali.
Kandang koloni diisi beberapa ekor jalak bali dengan umur yang sepadan.
Secara ekonomis, penangkaran jalak bali jauh lebih menguntungkan daripada jenis burung lainnya, termasuk murai batu, lovebird, dan kenari. Pasalnya, harga sepasang anakan umur 2-4 bulan saja sudah mencapai 9 juta. Adapun harga dua ekor anakan murai batu berkualitas umumnya hanya sekitar Rp 6 juta.
Jika Anda menjual jalak bali umur 1 tahun, harga langsung melejit menjadi Rp 17 juta per pasang. Berikut ini daftar harga rata-rata jalak bali di Indonesia dalam berbagai kelompok umur.
UMUR KONDISI KISARAN HARGA
2-4 bulan sudah makan sendiri Rp 9 juta / pasang
1 tahun belum berjodoh Rp 17 juta / pasang
Indukan sudah berjodoh Rp 25 juta / pasang
Indukan sedang produksi Rp 30 juta / pasang
Saat ini Kere Ayem BF memiliki stok jalak bali untuk keempat kelompok umur di atas. Jadi, silakan tentukan pilihan Anda sendiri, apakah ingin membeli anakan, burung dewasa, indukan berjodoh, atau langsung jebol kandang indukan yang sedang berproduksi.
jalak bali albino
Harga anakan jalak bali albino mencapai Rp 70 juta per pasang. Wooow !!!
Bahkan, Om Sukardi juga sukses menangkar jalak bali albino, dengan ciri-ciri semua bulu berwarna putih salju (kecuali alisnya yang biru muda), mata merah, paruh dan kedua kakinya putih. Jika Anda bisa mengembangkan jalak bali albino, siap-siaplah menjadi jutawan, karena harga anakan per pasang saat ini mencapai Rp 70 juta!!! (d’one)
Informasi dan Konsultasi

Om Sukardi / Kere Ayem Bird Farm

Perumahan Griya Kenari Mas Blok A-13 Jl Walet IV No. 18, Cileungsi Bogor.

Contact person 0813 1089 7799 / 081 2962 1738

Semoga bermanfaat.

sumber:  http://omkicau.com/2013/05/25/jebol-kandang-cara-praktis-mengawali-penangkaran-burung-jalak-bali/
Sunday, June 22, 2014 | 0 comments | Read More

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang


Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm[1], dari suku Sturnidae. Ia turut dikenali sebagai Curik Ketimbang Jalak.[2] Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jala
k Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak Bali.

Jalak Bali dinilai statusnya sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix

Sumber:  http://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_bali
Sunday, June 22, 2014 | 0 comments | Read More

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *